<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731</id><updated>2012-02-16T00:38:48.616-08:00</updated><title type='text'>MIDWIFE YOANA</title><subtitle type='html'>semoga bermanfaat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-4041408773092308417</id><published>2009-04-21T09:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T09:41:01.362-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Ibu Kita Kartini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini adalah seorang sosok wanita yang tengah&lt;br /&gt;berjuang, dimana ia belum sampai pada tujuan perjuangannya. &lt;br /&gt;Kartini masih berada dalam proses, proses yang juga dijalani oleh &lt;br /&gt;wanita-wanita sesudahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Kartini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini adalah seorang wanita yang cerdas. Terbukti hanya dengan bekal&lt;br /&gt;pendidikan Sekolah Rendah (setingkat SD), ia telah mampu mengajukan&lt;br /&gt;kritik dan saran pada Pemerintah Hindia Belanda, yang salah satunya berbunyi&lt;br /&gt;"Berilah pendidikan bagi bangsa jawa". Hal ini menunjukkan bahwa Kartini&lt;br /&gt;mempunyai kepedulian yang sangat dalam terhadap nasib bangsanya, yang&lt;br /&gt;oleh pemerintah Hindia Belanda dibiarkan berada dalam kebodohan dan kebutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya Kartini tidak bercita-cita untuk menjadi muslimah. Sebelum&lt;br /&gt;Kartini lebih jauh mengenal Islam, ia telah mengenal sebuah prinsip&lt;br /&gt;melalui semboyan Revolusi Perancis, yaitu Liberte, Egalite, Freternite&lt;br /&gt;(Kemerdekaan,Persamaan, Persaudaraan). Beranjak dari sinilah Kartini &lt;br /&gt;mulai berusaha mendobrak adat yang berlaku pada masa itu, dimana orang selalu&lt;br /&gt;dibeda-bedakan berdasarkan warna darahnya, apakah dia ningrat (berdarah&lt;br /&gt;biru) atau bukan. Menurut Kartini, yang membedakan derajat seseorang&lt;br /&gt;hanyalah pikirannya (fikroh) dan budi pekertinya (akhlak). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini Berjuang Sendiri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalani perjuangannya, Kartini berjuang sendiri, tidak bergabung&lt;br /&gt;dengan barisan manapun yang dapat memperkokoh kedudukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya&lt;br /&gt;dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang&lt;br /&gt;tersusun kokoh." (QS. 61:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah merupakan sunatullah, bahwa orang yang berjuang sendirian akan&lt;br /&gt;lebih rentan terhadap berbagai serangan yang datang dari musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;"Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang&lt;br /&gt;terorganisir." (Ali bin Abi Thalib). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serigala itu hanya menerkam domba yang sendirian. Demikianlah yang&lt;br /&gt;terjadi pada Kartini. Oleh sebab itu dengan leluasa musuh-musuhnya menjadikan&lt;br /&gt;Kartini sebagai permainan serta memper-alatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang Kartini menjadi bulan-bulanan musuh-musuhnya yang berkedok &lt;br /&gt;sebagai teman surat-menyurat (Stella yang Yahudi), guru privat &lt;br /&gt;(Annie Glasser, mata-mata Abendanon), dan lainnya. Bahkan sempat pula &lt;br /&gt;Kartini diperalat oleh Ir.H.Van Kol, yang berusaha memperjuangkan &lt;br /&gt;ke-berangkatan Kartini ke negeri Belanda, untuk dijadikannnya sebagai &lt;br /&gt;saksi hidup atas kebobrokan pemerintah Hindia Belanda di tanah jajahan. &lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti Van Kol perduli dan membela rakyat di tanah jajahan, &lt;br /&gt;tetapi ia berambisi untuk meme-nangkan partainya (sosialis) di parlemen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayah Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah disebutkan bahwa menjadi seorang muslimah bukanlah awal&lt;br /&gt;dari cita-cita Kartini. Bahkan ada suatu masa dimana Ny.Van Kol berusaha&lt;br /&gt;mengkristenkan Kartini. Meskipun ia gagal untuk mengkristenkan Kartini,&lt;br /&gt;namun ia berhasil mendangkalkan aqidah Kartini. Sehingga dalam beberapa&lt;br /&gt;suratnya, Kartini sering menyebutkan Allah dalam konsep trinitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun demikian, Allah pula lah yang mempunyai kehendak atas hamba-Nya.&lt;br /&gt;Allah menurunkan hidayah-Nya pada Kartini melalui sebuah pengajian dan&lt;br /&gt;pertemuan singkatnya dengan KH. Sholeh Darat. Allah Pelindung orang-orang&lt;br /&gt;yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada&lt;br /&gt;cahaya (iman)..." (QS. 2:257)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah titik awal dari pembalikan Kartini (inqilab) dari kegelapan&lt;br /&gt;jahiliyah menuju pada cahaya Islam (Minazh Zhulumaati ilan Nuur). &lt;br /&gt;Melalui Al-Quran yang sebagian diterjemahkan oleh KH.Soleh Darat, &lt;br /&gt;Kartini mulai mempelajari Islam dalam arti yang sebenarnya. &lt;br /&gt;Mulai saat itu Kartini bercita-cita untuk menjadi seorang muslimah sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Minazh Zhulumaati ilan Nuur sering Kartini ulang-ulangi di dalam&lt;br /&gt;suratnya, yang dalam bahasa Belanda ditulis sebagai Door Duisternis Tot&lt;br /&gt;Licht. Sayang-nya, kalimat tersebut diterjemahkan oleh Armijn Pane&lt;br /&gt;(nasrani) sebagai "Habis Gelap Terbitlah Terang", sehingga maknanya yang begitu&lt;br /&gt;dalam tidak lagi terlihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Kartini telah berusaha untuk mempelajari Islam dan berjuang di&lt;br /&gt;jalan Islam, tapi ia belum juga mempunyai gambaran yang jelas tentang&lt;br /&gt;Islam, sehingga pemahamannya tentang Islam bersifat parsial, tidak menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang menjadikan Kartini tidak tahu akan panjangnya jalan yang&lt;br /&gt;harus ditempuh dan bagaimana cara berjalan diatasnya. Pemikirannya sering kali&lt;br /&gt;masih rancu dengan konsep Barat dalam operasional dan perinciannya,&lt;br /&gt;walaupun secara global adalah konsep Islam. Hal ini sangat mungkin sekali&lt;br /&gt;terjadi, karena teman-teman dekat Kartini adalah Yahudi dan Nasrani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam beberapa suratnya, secara tidak sadar Kartini menceritakan&lt;br /&gt;tentang praktek keburukan umat Islam (bukan Islamnya yang buruk) kepara&lt;br /&gt;sahabatnya yang bukan muslim. Hal inilah yang kelak kemudian hari akan&lt;br /&gt;menjadi bumerang dan fitnah bagi umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat perjalanan kehidupan Kartini, banyak pelajaran yang dapat kita&lt;br /&gt;petik. Janganlah kini kita menyalahkan Kartini kalau ia belum bisa lepas&lt;br /&gt;dari kungkungan adat dan pengaruh pendidikan baratnya. Kartini telah&lt;br /&gt;berjuang untuk mendobraknya, dan ia pun telah berusaha menjadikan&lt;br /&gt;dirinya seorang muslimah sejati. Mudah-mudahan Allah merahmati Kartini atas&lt;br /&gt;usaha dan perjuangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidup ini patut kita hayati ! Bagaimana kita mau menang kalau kita&lt;br /&gt;tidak berjuang lebih dulu ?"&lt;br /&gt;"Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya tanpa berhenti menjadi wanita&lt;br /&gt;sepenuhnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( diringkas dari sumber "Tragedi Kartini" karya asma karimah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini telah tiada, namun spirit dan perjuangannya&lt;br /&gt;masih ada sampai sekarang, tinggal bagaimana kita melanjutkannya, tentunya&lt;br /&gt;sesuai dengan tuntunan syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;warm regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab Cantik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-4041408773092308417?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/4041408773092308417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/04/ibu-kita-kartini-kartini-adalah-seorang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/4041408773092308417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/4041408773092308417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/04/ibu-kita-kartini-kartini-adalah-seorang.html' title=''/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-8032303230704540173</id><published>2009-04-01T06:24:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T06:28:20.876-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;SATUAN ACARA PENGAJARAN&lt;br /&gt; ( S.A.P )&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Kuliah                            : Asuhan Kebidanan III (Nifas)&lt;br /&gt;Kode Mata Kuliah                  : Bd. 303&lt;br /&gt;Pokok Bahasan                       : Konsep Dasar Nifas&lt;br /&gt;Sub Pokok Bahasan               : 1.  Pengertian Masa Nifas&lt;br /&gt;                                                     2.    Tujuan Asuhan Kebidanan Nifas&lt;br /&gt;                                                     3.    Peran dan Tanggung Jawab Bidan dalam Masa Nifas&lt;br /&gt;                                                     4.    Tahapan Masa Nifas&lt;br /&gt;                                                     5.    Kebijakan Program Nasional Masa Nifas&lt;br /&gt;Sasaran Didik                          : Mahaiswa Akbid NU Tuban&lt;br /&gt;Angkatan / Semester             : III/ III  ( TA 2007/2008)      &lt;br /&gt;Beban Studi                             : 2 SKS (T =1, P =1)&lt;br /&gt;Waktu Pertemuan                  : 2 x 60 menit&lt;br /&gt;Pertemuan ke                         : 1&lt;br /&gt;Dosen                                       : Yoana Widyasari, SST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.TUJUAN INSTRUKSIONAL&lt;br /&gt;A.Umum&lt;br /&gt;     Menjelaskan konsep Dasar  pada masa nifas.&lt;br /&gt;B. Khusus&lt;br /&gt;      Setelah mengikuti pembelajaran dikelas, mahasiswa mampu:&lt;br /&gt;       1.  Menjelaskan pengertian masa nifas&lt;br /&gt;       2.  Menyebutkan tujuan asuhan kebidanan masa nifas&lt;br /&gt;       3.  Menjelaskan peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas&lt;br /&gt;       4.  Menjelaskan tahapan masa nifas&lt;br /&gt;       5.  Menjelaskan kebijakan program nasional masa nifas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR&lt;br /&gt;A.    MATERI&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Seperti diketahui Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menurun sangat lambat (450/100.000 kelahiran hidup pada tahun 1986 menjadi 373/100.000 kelahiran hidup SKRT 1995) dan masih tertinggi diantara negara ASEAN. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) telah menurun cukup cepat, pemerintah Indonesia bertekat untuk menurunkan AKI menjadi 125/100.000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 15/1000 kelahiran hidup pada tahu 2010.&lt;br /&gt;Salah satu factor kematian ibu adalah perdarahan masa nifas yang bias disebabkan karena kurangnya pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan program pemerintah yang tidak berjalan,masa nifas adalah masa setelah placenta lahir sampai dengan 6 minggu post partum dan terdiri dari tiga tahapan yaitu puerperium dini, intermedial dan remote puerperium.dalam masa nifas ini bidan mempunyai peran dan tanggung jawab dalam melekukan manajemen asuhan dan memberikan asuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian Materi&lt;br /&gt;1. Definisi Masa Nifas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Nifas (puerperium) dimulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu.(Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 2002. p N 23 dan Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 2001. p 122).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 Wanita yang melalui periode puerperium di sebut puerpura (Varney  ‘s midwifery 3 rd. ed. 1997.p 623-628)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puerperium (Nifas) berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal.(Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. 1998. p 190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil. Lama masa nifas ini 6-8 minggu. (Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi jilid I. Edisi 2. 1998. p 115).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan waktu nifas yang paling singkat (minimum) tidak ada batas waktunya, bahkan bias jadi dalam waktu yang relatif pendek darah sudah keluar, sedangkan batasan maksimumnya adalah 40 hari. (Buku BAYI panduan lengkap sejak dalam kandungan hingga merawat bayi.2003. p 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Masa Nipas (puerperium ) adalah masa setelah keluarnya plecenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari.&lt;br /&gt;2. Tujuan Asuhan Masa Nifas&lt;br /&gt;Asuhan nifas diperlukan pada periode ini karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya.  Diperkirakan 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama.&lt;br /&gt;Tujuan Umum :&lt;br /&gt;Membantu ibu dan pasangannya selama masa transisi awal mengasuh anak.&lt;br /&gt;Tujuan Khusus :&lt;br /&gt;Ø  Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.&lt;br /&gt;Ø  Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.&lt;br /&gt;Ø  Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.&lt;br /&gt;Ø  Memberikan pelayanan keluarga berencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Peran Dan Tanggung Jawab Bidan Dalam Masa Nifas&lt;br /&gt;1.      Mendeteksi konplikasi dan perlunya rujukan&lt;br /&gt;2.      Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan kebersihan yang aman&lt;br /&gt;3.      Memfasilitasi hubungan ikatan batin antara ibu dan bayi&lt;br /&gt;4.      Memulai dan mendorong pemberian ASI. Melakukan manajemen asuhan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya untuk mempercepat proses pemulihan, mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama priode nifas.&lt;br /&gt;5.      Memberikan asuhan secara professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tahapan Masa Nifas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Nifas dibagi dalam 3 periode yaitu :&lt;br /&gt;1.      Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.&lt;br /&gt;2.      Puerperium intermedial yaitu keputihan menyeluruh alat-alat genetalia lamanya 6-8 minggu.&lt;br /&gt;3.      Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna bias berminggu-minggu, bulanan atau tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kebijakan Program Nasional Masa Nifas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebijakan program nasional masa nifas adalah melakukan kunjungan masa nifas paling sedikit 4 kali kunjungan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah , mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi.&lt;br /&gt;Kunjungan&lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;Kunjungan 1 : 6 – 8 PP&lt;br /&gt;Kunjungan 2 : 6 hari PP&lt;br /&gt;Kunjungan 3 : 2 minggu PP&lt;br /&gt;Kunjungan 4 : 6 minggu PP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Konsep dasar nifas adalah masa setelah placenta lahir sampai kembalinya  alat-alat reproduksi seperti sebelum hamil,yang berlangsung kira 6 minggu atau 40 hari.yang terdiri dari 3 tahapan yaitu puerperium dini, puerperium intermedial dan remote puerperium.dalam kebijakan program nasional masa nifas adalah melakukan kunjungan masa nifas paling sedikit 4 kali kunjungan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-8032303230704540173?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/8032303230704540173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/04/satuan-acara-pengajaran-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/8032303230704540173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/8032303230704540173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/04/satuan-acara-pengajaran-s.html' title=''/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-6798144285200309119</id><published>2009-04-01T06:03:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T06:16:37.046-07:00</updated><title type='text'>SENAM NIFAS</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;SENAM NIFAS&lt;br /&gt;Oleh . Yoana Widyasari, SST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Topik : Senam nifas&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran :&lt;br /&gt;Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu / dapat :&lt;br /&gt;Memahami alasan melakukan dan manfaat senam post partum&lt;br /&gt;Mangetahui jadwal untuk memulai berbagai jenis latihan senam&lt;br /&gt;Mempelajari kontraindikasi senam post partum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pendahuluan&lt;br /&gt;    Latihan yang paling penting dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan adalah beristirahat dan mengenal bayinya. Relaksasi dan tidur merupakan salah satu yang sangat penting. Setiap wanita akan pulih kembali dari proses persalinannya dengan waktu yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Banyak diantaranya senam postpartum sebenarnya adalah sama dengan senam saat antenatal. Hal yang paling penting bagi ibu sebenarnya senam tersebut hendaknya dilakukan secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Manfaat Senam Nifas diantaranya :&lt;br /&gt;a.       Secara umum&lt;br /&gt;·   Membantu penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal.&lt;br /&gt;·   Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar diakibatkan kehamilan&lt;br /&gt;·   Menghasilkan manfaat psikologis menambah kemampuan menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.&lt;br /&gt;b.       Manfaat khusus latihan perineal&lt;br /&gt;·   Membantu menghindari terjadinya turunnya organ-organ pinggul&lt;br /&gt;·   Mengatasi masalah seksual&lt;br /&gt;c.       Manfaat khusus latihan perut&lt;br /&gt;·   Mengurangi risiko sakit punggung dan pinggang.&lt;br /&gt;·   Mengurangi varises vena.&lt;br /&gt;·   Mengatasi kram kaki&lt;br /&gt;·   Memperlancar peredran darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Jadwal pelaksanaan&lt;br /&gt;Latihan tahap pertama : 24 jam setelah persalinan.&lt;br /&gt;Latihan tahap kedua : tiga hari pasca persalinan&lt;br /&gt;Latihan tahap ketiga : setelah pemeriksaan pasca persalinan, latihan ini dilakukan setiap hari selam 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Kontra indikasi senam nifas&lt;br /&gt;Kondisi yang umum sebagai akibat dari stress selama kehamilan dan kelahiran, seorang bidan perlu mencermatinya dan kemudian menentukan apakah sesuai atau tidak untuk memulai senam tersebut :&lt;br /&gt;-          Pemisahan simphisis pubis.&lt;br /&gt;-          Coccyx yang patah atau cidera.&lt;br /&gt;-          Punggung yang cidera.&lt;br /&gt;-          Sciatica.&lt;br /&gt;-          Ketegangan pada ligamen kaki atau otot.&lt;br /&gt;-          Trauma perineum yang parah atau nyeri luka abdomen (operasi caesar).&lt;br /&gt;Menurut Varney Halen&lt;br /&gt;Latihan setelah kelahiran bayi dapat dilakukan untuk mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan semula dengan mebantu ibu post partum dengan latihan.&lt;br /&gt;·         Kegels &lt;br /&gt;·         Abdominals&lt;br /&gt;·         Berjalan&lt;br /&gt;·         Return to a structured regimen&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-6798144285200309119?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/6798144285200309119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/04/senam-nifas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/6798144285200309119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/6798144285200309119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/04/senam-nifas.html' title='SENAM NIFAS'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-7169800702284650868</id><published>2009-04-01T05:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T06:01:32.113-07:00</updated><title type='text'>FORMAT ASKEB</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SdNlMyeYteI/AAAAAAAAADA/0DaDP21ktr8/s1600-h/LOGO+AKBID.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319706855236744674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 167px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SdNlMyeYteI/AAAAAAAAADA/0DaDP21ktr8/s320/LOGO+AKBID.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ASUHAN KEBIDANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA Ny. “ X ” PAPIAH POST PARTUM Hr. Ke…..DENGAN PERSALINAN SECARA ……………..DI……………Tgl…………….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;I. PENGKAJIAN/PENGUMPULAN DATA&lt;br /&gt;Tanggal pengkajian : Pukul : Oleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA SUBYEKTIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. IDENTITAS / BIODATA&lt;br /&gt;Nama : .........................................&lt;br /&gt;Umur : .........................................&lt;br /&gt;Suku/kebangsaan : .........................................&lt;br /&gt;Agama : .........................................&lt;br /&gt;Pendidikan : .........................................&lt;br /&gt;Pekerjaan : .........................................&lt;br /&gt;Alamat rumah : .........................................&lt;br /&gt;.........................................&lt;br /&gt;Telp : .........................................&lt;br /&gt;Nama Suami : ............................&lt;br /&gt;Umur : ............................&lt;br /&gt;Suku/kebangsaan : ............................&lt;br /&gt;Agama : ............................&lt;br /&gt;Pendidikan : ............................&lt;br /&gt;Pekerjaan : ............................&lt;br /&gt;Alamat rumah : ............................&lt;br /&gt;............................&lt;br /&gt;Telp :.............................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. STATUS PERKAWINAN&lt;br /&gt;Umur pertama kali kawin ………., lama perkawinan :&lt;br /&gt;C. KELUHAN ( ALASAN MASUK )&lt;br /&gt;Utama :&lt;br /&gt;Tambahan :&lt;br /&gt;D. RIWAYAT MENSTRUASI :&lt;br /&gt;· HPHT :&lt;br /&gt;· Menarche : th&lt;br /&gt;· Siklus : ......................... hari&lt;br /&gt;· Banyaknya : ........................cc.&lt;br /&gt;· Teratur/tidak teratur : ....................&lt;br /&gt;· Lamanya : ....................&lt;br /&gt;· Sifat darah : ....................&lt;br /&gt;· Dismenorrhoe : .......ada/tidak ( sebelum/ selama/ sesudah )&lt;br /&gt;· Fluor albus : ada/ tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. RIWAYAT OBSTETRI&lt;br /&gt;NO&lt;br /&gt;Kehamilan&lt;br /&gt;Persalinan&lt;br /&gt;nifas&lt;br /&gt;anak&lt;br /&gt;KB&lt;br /&gt;Ket&lt;br /&gt;Suami ke&lt;br /&gt;Anak ke&lt;br /&gt;Penyulit&lt;br /&gt;Penolong&lt;br /&gt;Jenis&lt;br /&gt;Penyulit&lt;br /&gt;seks&lt;br /&gt;BB&lt;br /&gt;hdp&lt;br /&gt;mati&lt;br /&gt;Lm meneteki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. RIWAYAT KESEHATAN / PENYAKIT KLIEN&lt;br /&gt;Apakah klien pernah menderita penyakit Jantung, Hipertensi, Asma, DM, Ginjal, Hepatitis, TBC, Gemelli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA&lt;br /&gt;Apakah keluarga klien ada yang menderita penyakit kronis seperti : jantung, hipertensi, DM, Ginjal, Hepatitis, TBC, Gemelli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. POLA KEHIDUPAN SEHARI- HARI&lt;br /&gt;1. Pola Nutrisi&lt;br /&gt;2. Pola Eliminasi&lt;br /&gt;3. Pola Istirahat&lt;br /&gt;4. personal Hygiene&lt;br /&gt;5. Perilaku Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. DATA PSIKOSOSIAL&lt;br /&gt;· Respon ibu terhadap kelahiran bayi&lt;br /&gt;· Rencana menyusukan bayi sampai dengan&lt;br /&gt;· Tingkat pengetahuan ibu : manfaat asi, vulva higiene, perawatan payudara&lt;br /&gt;· Rencana mengasuh bayi oleh :&lt;br /&gt;· Rencana KB&lt;br /&gt;· Kolaborasi masyarakat yang merugikan dan menguntungkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA OBYEKTIF&lt;br /&gt;A. KESADARAN :&lt;br /&gt;TTV TD :&lt;br /&gt;S/N:&lt;br /&gt;RR :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PEMERIKSAAN FISIK&lt;br /&gt;1. Kepala dan wajah&lt;br /&gt;Muka, konjungtiva, oedema, sklera mata, wajah&lt;br /&gt;2. Mulut dan Gigi&lt;br /&gt;3. Leher&lt;br /&gt;4. Payudara&lt;br /&gt;Pengeluaran, Bentuk, Putting Susu, Pembengkakan, Nyeri Tekan.&lt;br /&gt;5. Abdomen&lt;br /&gt;Luka bekas jahitan/ SC, TFU, Konsistensi, Uterus, Posisi Uterus&lt;br /&gt;6. Pengeluaran pervaginam/ lochea&lt;br /&gt;Warna , jumlah, bau, konsentrasi&lt;br /&gt;7. Perineum&lt;br /&gt;Bekas jahitan, kebersihan, oedema, warna&lt;br /&gt;8. Kandung kemih&lt;br /&gt;9. Anus,&lt;br /&gt;Hemoroid&lt;br /&gt;10. Ekstremitas&lt;br /&gt;Atas : Edema&lt;br /&gt;Bawah : edema, reflek patella, varices&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA PENUNJANG&lt;br /&gt;A. Pemeriksaan Laboratorium&lt;br /&gt;B. Hasil konsultasi&lt;br /&gt;C. Data kehamilan dan persalinan sekarang&lt;br /&gt;Umur kehamilan : minggu&lt;br /&gt;Penyulit :&lt;br /&gt;Periksa kehamilan : kali&lt;br /&gt;Proses persalinan : Kala I Tanggal Pukul WIB&lt;br /&gt;Kala II Tanggal Pukul WIB&lt;br /&gt;Kala III Tanggal Pukul WIB&lt;br /&gt;Kala IV Tanggal Pukul WIB&lt;br /&gt;Keadaan Bayi : ♀/♂ BB = A-S =&lt;br /&gt;II. INTERPRETASI DATA&lt;br /&gt;Identifikasi Diagnosa Masalah dan Kebutuhan.&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL&lt;br /&gt;Mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial sesuai dengan diagnosa dan masalah yang sudah diidentifikasi.&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA ATAU KOLABORASI&lt;br /&gt;Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;V. MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH / INTERVENSI&lt;br /&gt;Merencanakan asuhan secara menyeluruh dengan rasional meliputi :&lt;br /&gt;1. Terapi dan Asuhan&lt;br /&gt;2. Pendidikan Kesehatan&lt;br /&gt;3. Konseling&lt;br /&gt;4. Kolaborasi (bila diperlukan)&lt;br /&gt;5. Rujukan (bila diperlukan)&lt;br /&gt;6. Tindak Lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. PELAKSANAAN / IMPLEMENTASI&lt;br /&gt;Melaksanakan rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah V&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. EVALUASI&lt;br /&gt;Dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-7169800702284650868?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/7169800702284650868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/04/format-askeb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/7169800702284650868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/7169800702284650868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/04/format-askeb.html' title='FORMAT ASKEB'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SdNlMyeYteI/AAAAAAAAADA/0DaDP21ktr8/s72-c/LOGO+AKBID.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-4393259915491816043</id><published>2009-02-13T04:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T04:57:45.773-08:00</updated><title type='text'>CONTOH KTI PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN RESIKO TINGGI DI POLINDES TASIKMADU KECAMATAN PALANG TUBAN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI POLINDES KEMUNING DESA TASIKMADU&lt;br /&gt;KECAMATAN PALANG TUBAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Karya Tulis Ilmiah&lt;br /&gt;Diajukan Dalam Rangka Memenuhi Persyaratan&lt;br /&gt;Menyelesaikan Program Diploma III Kebidanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;IIN NURYATI&lt;br /&gt;NIM : 03.01.015&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN&lt;br /&gt;AKADEMI KEBIDANAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN&lt;br /&gt;2006 &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;================================================================&lt;br /&gt;LEMBAR PENGESAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Tulis Ilmiah ini telah disahkan tanggal 12 Agustus 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengesahkan&lt;br /&gt;Pembimbing,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUNARSIH. Dip. Mw. S.Pd.M.Kes&lt;br /&gt;NIP. 140 070 297&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur AKBID NU Tuban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUPARTINI, SKM&lt;br /&gt;NIK. 4511001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENETAPAN PENGUJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Tulis ini telah diuji tanggal 12 Agustus 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguji Tanda Tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua : Yoana Widyasari, SST ____________________&lt;br /&gt;NIK. 45115002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Penguji : 1. Damarati, SKM ____________________&lt;br /&gt;NIK. 45115004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sunarsih, Dip.Mw.S.Pd.M.Kes ____________________&lt;br /&gt;NIP. 140 070 297&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR RIWAYAT HIDUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA&lt;br /&gt;NAMA : IIN NURYATI&lt;br /&gt;TEMPAT, TANGGAL LAHIR : LAMONGAN, 19 JULI 1983&lt;br /&gt;JENIS KELAMIN : PEREMPUAN&lt;br /&gt;AGAMA : ISLAM&lt;br /&gt;ALAMAT RUMAH : JL. KH. HASYIM ASHARI RT. 02 / RW. 02&lt;br /&gt;KARANG TAWAR LAREN LAMONGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN&lt;br /&gt;1. Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 6 Karang Tawar Lulus tahun 1997&lt;br /&gt;2. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Muhammadiyah 12 Sendang Lulus tahun 2000&lt;br /&gt;3. Sekolah Menengah Umum Negeri 3 Lamongan Lulus tahun 2003&lt;br /&gt;4. Akademi Kebidanan Nahdlatul Ulama Tuban tahun 2002 sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vii&lt;br /&gt;RINGKASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehamilan sebagai keadaan fisiologis dapat diikuti proses patologis yang mengancam keadaan ibu dan janin. Tenaga kesehatan harus dapat mengenal perubahan yang mungkin terjadi sehingga kelainan yang ada dapat dikenal lebih dini. Misalnya perubahan yang terjadi adalah edema, tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan fisiologis namun bila disertai edoma di tubuh bagian atas seperti muka dan lengan terutama bila diikuti peningkatan tekanan darah dicurigai adanya pre eklamsi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik ibu hamil meliputi umur, pendidikan dan pekerjaan di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, mulai bulan Januari sampai dengan Juli 2006.&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang periksa di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban pada bulan Januari sampai dengan bulan Juli 2006. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 20 ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang kabupaten Tuban dengan waktu penelitian mulai dengan bulan Januari sampai dengan Juli 2006.&lt;br /&gt;Analisa hasil penelitian ini dari 20 ibu hamil sebagian besar 15 orang (75%) berusia 20-30 tahun, rata-rata berpendidikan SMA yaitu 10 orang (10%) dan mayoritas tidak bekerja sebanyak 18 orang (90%). Didapatkan pula 12 orang (60%) berpengetahuan cukup. Berdasarkan usia paling banyak 8 orang (40%) berusia 20-30 tahun berpengetahuan cukup dan mayoritas sebanyak 11 orang (55%) tidak bekerja berpengetahuan cukup.&lt;br /&gt;Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan respon dan paling banyak terdapat pada usia reproduksi dengan latar belakang pendidikan SMA. Sedangkan dilihat dari pekerjaan didapatkan paling banyak tidak bekerja. Pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi adalah mempunyai pengetahuan cukup. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka ibu hamil disarankan untuk kontrol secara rutin dan lebih meningkatkan pengetahuannya lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;viii&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban”.&lt;br /&gt;Dalam pembuatan karya tulis ini tidak lepas dari kesulitan serta hambatan, namun berkat bantuan dan bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya karya tulis ini selesai pada waktunya. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat :&lt;br /&gt;1. Miftahul Munir, SKM, M.Kes, selaku penanggung jawab Akademi Kebidanan Nahdlatul Ulama Tuban.&lt;br /&gt;2. Supartini, SKM, selaku direktur Akademi Kebidanan Nahdlatul Ulama Tuban&lt;br /&gt;3. Bidan Luluk Agus Sulis, yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.&lt;br /&gt;4. Sunarsih, Dip, Mw, S.Pd, M.Kes, selaku Pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan ketekunan dalam meluangkan waktunya untuk memberikan dorongan, perhatian, bimbingan, pengarahan serta saran dalam pembuatan karya tulis ini.&lt;br /&gt;5. Diah Restuning Lailis, Amd. Keb, selaku Pembimbing II&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;ixBapak, Ibu, Adik dan Kakak tercinta atas segala do’a dan dukungan yang sangat berarti dalam menempuh pendidikan AKBID NU Tuban&lt;br /&gt;7. Semua teman-temanku yang telah membantu dalam terselesaikannya Karya Tulis Ilmiah ini.&lt;br /&gt;8. Responden yang telah banyak membantu penulis yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.&lt;br /&gt;Penulis menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat penulis harapkan demi perbaikan isinya.&lt;br /&gt;Akhirnya penulis berharap semoga penelitian ini berguna bagi pembaca umumnya dan khususnya bagi penulis sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuban, Agustus 2006&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;x&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman&lt;br /&gt;SAMPUL LUAR ..................................................................................................... i&lt;br /&gt;SAMPUL DALAM ................................................................................................. ii&lt;br /&gt;HALAMAN JUDUL .............................................................................................. iii&lt;br /&gt;HALAMAN PENGESAHAN................................................................................. iv&lt;br /&gt;LEMBAR PENETAPAN PENGUJI ....................................................................... v&lt;br /&gt;LEMBAR PERSEMBAHAN ................................................................................. vi&lt;br /&gt;DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................... vii&lt;br /&gt;RINGKASAN ...................................................................................................... viii&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix&lt;br /&gt;DAFTAR ISI........................................................................................................... xi&lt;br /&gt;DAFTAR TABEL.................................................................................................. xiii&lt;br /&gt;DAFTAR GAMBAR............................................................................................. xiv&lt;br /&gt;DAFTAR SINGKATAN....................................................................................... xv&lt;br /&gt;DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xvi&lt;br /&gt;BAB 1 PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1 Latar belakang.............................................................................. 1&lt;br /&gt;1.2 Rumusan Masalah......................................................................... 3&lt;br /&gt;1.3 Tujuan Penelitian........................................................................... 3&lt;br /&gt;1.4 Manfaat Penelitian........................................................................ 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;2.1 Pengetahuan ................................................................................ 5&lt;br /&gt;2.2 Kehamilan.................................................................................. 13&lt;br /&gt;2.3 Konsep Dasar Kehamilan Risiko Tinggi....................................... 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL&lt;br /&gt;3.1 Kerangka Konseptual................................................................. 23&lt;br /&gt;xi&lt;br /&gt;BAB 4 METODE PENELITIAN&lt;br /&gt;4.1 Desain Penelitian......................................................................... 25&lt;br /&gt;4.2 Kerangka Kerja......................................................................... 26&lt;br /&gt;4.3 Populasi, Sampel, sampling......................................................... 26&lt;br /&gt;4.4 Identifikasi dan Definisi Operasional............................................ 28&lt;br /&gt;4.5 Instrumen Penelitian.................................................................... 29&lt;br /&gt;4.6 Lokasi dan Waktu Penelitian....................................................... 30&lt;br /&gt;4.7 Prosedur Penelitian dan Pengumpulan Data................................. 30&lt;br /&gt;4.8 Cara Analisa Data...................................................................... 30&lt;br /&gt;4.9 Etika Penelitian........................................................................... 31&lt;br /&gt;4.10 Keterbatasan.............................................................................. 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 5 HASIL PENELITIAN&lt;br /&gt;5.1. Hasil Penelitian .......................................................................... 32&lt;br /&gt;5.1.1 Data Umum ......................................................................... ..... 32&lt;br /&gt;5.1.2 Data Khusus ........................................................................ ..... 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 6 PEMBAHASAN&lt;br /&gt;6.1 Pembahasan ......................................................................... ..... 37&lt;br /&gt;6.1.1 Umur ................................................................................... ..... 37&lt;br /&gt;6.1.2 Pendidikan............................................................................ ..... 38&lt;br /&gt;6.1.3 Pekerjaan ............................................................................ ..... 38&lt;br /&gt;6.1.4 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi.............. 39&lt;br /&gt;6.1.5 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi&lt;br /&gt;berdasarkan Umur ............................................................... ..... 40&lt;br /&gt;6.1.6 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risko Tinggi&lt;br /&gt;berdasarkan Pendidikan ....................................................... ..... 41&lt;br /&gt;6.1.7 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi&lt;br /&gt;berdasarkan Pekerjaan ......................................................... ..... 41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;7.1 Kesimpulan .......................................................................... ..... 43&lt;br /&gt;7.1.1 Karakteristik Ibu Hamil ........................................................ ..... 43&lt;br /&gt;7.1.2 Pengetahuan Ibu Hamil tentang&lt;br /&gt;Kehamilan Risiko Tinggi ....................................................... ..... 43&lt;br /&gt;7.2 Saran ........................................................................................ 43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;LAMPIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xii&lt;br /&gt;DAFTAR TABEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman&lt;br /&gt;Tabel 4.1. Definisi Operasional Pengetahuan Ibu Hamil tentang&lt;br /&gt;............... Kehamilan Risiko Tinggi ...................................................................... 28&lt;br /&gt;Tabel 5.1. Distribusi Responden berdasarkan Umur Responden di&lt;br /&gt;............... Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban ............ 32&lt;br /&gt;Tabel 5.2 Distribusi Responden berdasarkan Pendidikan Responden di&lt;br /&gt;............... Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban ............ 33&lt;br /&gt;Tabel 5.3 Distribusi Responden berdasarkan Pekerjaan Responden di&lt;br /&gt;............... Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban ............ 33&lt;br /&gt;Tabel 5.4 Distribusi Responden berdasarkan Tingkat Pengetahuan&lt;br /&gt;............... Responden di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu&lt;br /&gt;............... Kecamatan Palang Tuban .................................................................... 34&lt;br /&gt;Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil tentang&lt;br /&gt;............... Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Umur di Polindes&lt;br /&gt;............... Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban ......................... 34&lt;br /&gt;Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil tentang&lt;br /&gt;............... Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Pendidikan di Polindes&lt;br /&gt;............... Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban ......................... 35&lt;br /&gt;Tabel 5.7 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil tentang&lt;br /&gt;............... Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Pekerjaan di Polindes&lt;br /&gt;............... Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban ......................... 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xiii&lt;br /&gt;DAFTAR GAMBAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman&lt;br /&gt;Gambar 3.1 Kerangka Konseptual&lt;br /&gt;Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Resiko Tinggi................. 23&lt;br /&gt;Gambar 4.1 Kerangka Kerja&lt;br /&gt;Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Resiko Tinggi................ 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xivDAFTAR SINGKATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKI :. Angka Kematian Ibu&lt;br /&gt;Amd Keb :. Ahli Madya Kebidanan&lt;br /&gt;ASEAN :. Association of South East Asian Nation&lt;br /&gt;Dip Mw :. Diploma Midwifery&lt;br /&gt;Dkk :. Dan Kawan-kawan&lt;br /&gt;M. Kes :. Master Kesehatan&lt;br /&gt;Nim :. Nomor Induk Mahasiswa&lt;br /&gt;Ny. :. Nyonya&lt;br /&gt;PT :. Perguruan Tinggi&lt;br /&gt;SD :. Sekolah Dasar&lt;br /&gt;SKM :. Sarjana Kesehatan Masyarakat&lt;br /&gt;SMA :. Sekolah Menengah Atas&lt;br /&gt;SMP :. Sekolah Menengah Pertama&lt;br /&gt;S.Pd :. Sarjana Pendidikan&lt;br /&gt;% :. Prosentase&lt;br /&gt;&lt; :. Kurang dari &gt; :. Lebih dari&lt;br /&gt;å :. Jumlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xv DAFTAR LAMPIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran 1 : Jadwal Kegiatan&lt;br /&gt;Lampiran 2 : Pengantar Informed Consent&lt;br /&gt;Lampiran 3 : Formulir Persetujuan Menjadi Responden&lt;br /&gt;Lampiran 4 : Informed Consent&lt;br /&gt;Lampiran 5 : Kuesioner&lt;br /&gt;Lampiran 6 : Kunci Jawaban&lt;br /&gt;Lampiran 7 : Surat Ijin Penelitian&lt;br /&gt;Lampiran 8 : Karakteristik Ibu Hamil&lt;br /&gt;Lampiran 9 : Rekapitulasi Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xvi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN RISIKO TINGGI DI POLINDES KEMUNING DESA TASIKMADU&lt;br /&gt;KECAMATAN PALANG TUBAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;IIN NURYATI&lt;br /&gt;NIM. 03.01.015&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN&lt;br /&gt;AKADEMI KEBIDANAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN&lt;br /&gt;2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BAB 1&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;Kehamilan adalah sejak dimulainya konsepsi sampai lahirnya janin lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) (Prawirohardjo, 2002: 89). Kehamilan sebagai keadaan fisiologis dapat diikuti proses patologis yang mengancam keadaan ibu dan janin. Tenaga kesehatan harus dapat mengenal perubahan yang mungkin terjadi sehingga kelainan yang ada dapat dikenal lebih dini. Misalnya perubahan yang terjadi adalah edema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan fisiologis. Namun bila disertai edema ditubuh bagian atas seperti muka dan lengan terutama bila diikuti peningkatan tekanan darah dicurigai adanya pre eklamsi. Perdarahan pada trimester pertama dapat merupakan fisiologis yaitu tanda Hartman yaitu akibat proses nidasi blastosis ke endometrium yang menyebabkan permukaan perdarahan berlangsung sebentar, sedikit dan tidak membahayakan kehamilan tapi dapat merupakan hal patologis yaitu abortus, kehamilan ektopik atau mola hidatidosa (Mansjor, dkk, 2001: 252).&lt;br /&gt;Manusia pada dasarnya selalu ingin tahu yang benar. untuk memenuhi rasa ingin tahu ini, manusia sejak jaman dahulu telah berusaha mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan pada dasarnya terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Pengetahuan tersebut diperoleh baik dari pengalaman langsung maupun melalui pengalaman orang lain (Soekidjo Notoatmodjo, 2005:10).&lt;br /&gt;Mortalitas dan mordibitas pada wanita hamil adalah masalah besar di negara berkembang. Di negara miskin sekitar 25-50 %. Kematian wanita subur usia disebabkan hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitasnya. Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin sebenarnya lebih dari 50% kematian di negara berkembang (Prawirohardjo, 2002: 3).&lt;br /&gt;Ibu hamil di negara-negara Afrika dan Asia selatan menghadapi risiko untuk mengalami kematian saat hamil dan melahirkan sekitar 200 kali lebih besar dibandingkan risiko yang dihadapi ibu di negara maju. Karena angka fertilitas di negara berkembang lebih tinggi maka rentang risiko di Afrika I diantara 6000. tiap tahun terdapat dari 150 juta ibu hamil di negara berkembang. Sekitar 500.000 diantaranya akan meninggal akibat penyebab kehamilan, dan 50 juta lainnya menderita karena kehamilannya mengalami komplikasi (Widyastuti, 2003: 1).&lt;br /&gt;Menempatkan upaya penurunan AKI sebagai program prioritas penyebab langsung kematian ibu di Indonesia seperti halnya di negara lain adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia ke dalam perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian, sebenarnya tercakup pula kematian akibat abortus terinfeksi dan partus lama. Hanya sekitar 50% kematian ibu disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi yang kronis. Keadaan ibu sejak pra hamil dapat mempengaruhi terhadap kehamilannya, penyebab tak langsung kematian ibu ini antara lain adalah amenia, kurang energi kronis (KEK) dan keadaan “4 terlalu “ muda / tua, sering dan banyak (Prawirohardjo, 2003: 6).&lt;br /&gt;Menurut survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003 AKI di Indonesia berkisar 307/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 35/1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi baru lahir (Neonatal) sekitar 20/1.000 kelahiran hidup (Depkes RI 2004)&lt;br /&gt;Pada laporan tahunan tahun 2005 Dinas kesehatan Tuban jumlah hamil dengan risiko tinggi baru sebanyak sampai 4088 orang, yaitu di Puskesmas sebanyak 798 orang, di Puskesmas pembantu sebanyak 258 orang, di Polindes sebanyak 2145 orang, di Posyandu sebanyak 378 orang dan di Rumah sebanyak 509 orang.&lt;br /&gt;Jumlah ibu hamil di Polindes kemuning Tasikmadu tahun 2005 sebanyak 64 orang, yang tergolong risiko tinggi sebanyak 20 orang (45,6%). Sedangkan yang tidak tergolong risiko tinggi sebanyak 44 orang (54,4%).&lt;br /&gt;Dari hasil survey di atas peneliti ingin mengetahui seberapa pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi, untuk itu peneliti melakukan penelitian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Rumusan Masalah adalah Bagaimana pengetahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;1.3.1. Tujuan Umum&lt;br /&gt;Mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan&lt;br /&gt;1.3.2. Tujuan Khusus.&lt;br /&gt;1.3.2.1.Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil meliputi umur, pendidikan dan pekerjaan.&lt;br /&gt;1.3.2.2.Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang pengertian, tanda dan macam-macam kehamilan risiko tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;1.4.1. Bagi Peneliti&lt;br /&gt;Menambah wawasan baru tentang perawatan antenatal, khususnya pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi.&lt;br /&gt;1.4.2. Bagi Instansi Pendidikan&lt;br /&gt;Sebagai bahan bacaan dan sebagai acuan dalam pembuatan penelitian adik kelas selanjutnya.&lt;br /&gt;1.4.3. Bagi Profesi&lt;br /&gt;Diharapkan dapat memberikan masukan bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil khususnya konseling tentang pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi.&lt;br /&gt;1.4.4. Bagi Masyarakat&lt;br /&gt;Dapat menambah wawasan dan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 2&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab ini akan dibahas tentang pengetahuan, kehamilan dan konsep dasar kehamilan risiko tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Pengetahuan&lt;br /&gt;2.1.1 Definisi&lt;br /&gt;Pengetahuan merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni : indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2003: 126).&lt;br /&gt;Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting akan terbentuknya tindakan seseorang. Karena itu pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2003: 127).&lt;br /&gt;2.1.2 Tingkat Pengetahuan.&lt;br /&gt;Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu :&lt;br /&gt;2.1.2.1 Tahu (Know)&lt;br /&gt;5Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu “Tahu” ini adalah merupakan tingkat pengetahuan rendah, untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain : menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya.&lt;br /&gt;2.1.2.2 Memahami (Compresiension)&lt;br /&gt;Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpul kan, meramalkan dan sebagainya terhadap obyek yang dipelajari. Misalnya dapat menjelaskan mengapa harus makan makanan yang bergizi.&lt;br /&gt;2.1.2.3 Aplikasi (Application)&lt;br /&gt;Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). Aplikasi di sini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain, misalnya dapat menggunakan rumus statistik dalam perhitungan-perhitungan hasil penelitian, dapat menggunakan prinsip-prinsip siklus pemecahan masalah (Problem Solving cycle) di dalam pemecahan masalah kesehatan dari kasus yang diberikan.&lt;br /&gt;2.1.2.4 Analisis (Analysis)&lt;br /&gt;Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja : dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.&lt;br /&gt;2.1.2.5 Sintesis (Synthesisi)&lt;br /&gt;Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. Misalnya: dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkaskan, dapat menyesuaikan dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada.&lt;br /&gt;2.1.2.6 Evaluasi (Evaluation)&lt;br /&gt;Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek. Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria- kriteria yang telah ada. Misalnya : dapat membandingkan antara anak-anak yang cukup gizi dengan anak-anak yang kekurangan gizi, dapat menafsirkan sebab-sebab ibu-ibu tidak mau ikut KB dan sebagainya.&lt;br /&gt;Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkat-tingkat tersebut di atas (Notoatmodjo, 2003: 128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.3 Cara Memperoleh Pengetahuan&lt;br /&gt;2.1.3.1 Cara Tradisional untuk Memperoleh Pengetahuan&lt;br /&gt;Cara ini dipakai untuk memperoleh kebenaran pengetahuan, sebelum diketemukannya metode ilmiah atau metode penemuan secara sistimatik dan logis. Cara penemuan pengetahuan ini antara lain :&lt;br /&gt;a. Cara coba-salah ( Trial and Error )&lt;br /&gt;Cara ini telah dipakai orang sebelum adanya kebudayaan, bahkan mungkin sebelum adanya peradaban. Pada waktu itu seseorang apabila menghadapi persoalan atau masalah, upaya pemecahannya dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam memecahkan masalah, dan apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil, dicoba kemungkinan yang lain. Apabila kemungkinan kedua ini gagal pula, maka dicoba kembali dengan kemungkinan ketiga dan seterusnya, sampai masalah tersebut dapat terpecahkan. Itulah sebabnya maka cara ini disebut metode trial (coba) and error (gagal atau salah) atau metode coba-salah / coba-coba.&lt;br /&gt;b. Cara Kekuasaan atau Otoritas&lt;br /&gt;Dalam kehidupan manusia sehari-hari, banyak sekali kebiasaan-kebiasaan dan tradisi yang dilakukan oleh orang, tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan tersebut baik atau tidak. Misalnya, mengapa ibu yang sedang menyusui harus minum jamu. Dari sejarah kita ketahui dan kita pelajari bahwa kekuasaan raja zaman dulu adalah mutlak, sehingga apapun yang keluar dari mulut raja adalah kebenaran yang mutlak dan harus diterima oleh masyarakat atau rakyatnya.&lt;br /&gt;Kebiasaan-kebiasaan ini seolah-olah diterima dari sumbernya sebagai kebenaran yang mutlak. Sumber pengetahuan tersebut dapat berupa pemimpin-pemimpin masyarakat baik formal maupun informal, ahli agama, pemegang pemerintah dan sebagainya. Dengan kata lain pengetahuan tersebut diperoleh berdasarkan pada otoritas atau kekuasaan, baik tradisi, otoritas pemerintah, otoritas atau kekuasaan ahli ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;c. Berdasarkan Pengalaman Pribadi&lt;br /&gt;Pengalaman adalah guru yang baik, demikian bunyi pepatah. Pepatah ini mengandung maksud bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan, atau pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi, maka untuk memecahkan masalah lain yang sama, orang dapat pula menggunakan cara tersebut.&lt;br /&gt;d. Melalui Jalan Pintas&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan kebudayaan umat manusia. Cara berfikir manusiapun ikut berkembang. Dari sini manusia telah mampu menggunakan penalarannya dalam memperoleh pengetahuannya, baik melalui induksi maupun deduksi.&lt;br /&gt;Induksi dan deduksi pada dasarnya merupakan cara melahirkan pemikiran secara tidak langsung melalui pernyataan-pernyataan yang dikemukakan, kemudian dicari hubungannya sehingga dapat dibuat suatu kesimpulan itu melalui pernyataan-pernyataan khusus kepada yang umum dinamakan induksi. Sedangkan deduksi adalah pembuatan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan umum kepada yang khusus. (Notoatmodjo 2002:8).&lt;br /&gt;2.1.3.2 Cara Modern dalam Memperoleh Pengetahuan&lt;br /&gt;Cara baru atau modern dalam memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih sistimatis, logis dan ilmiah. Cara ini disebut “metode penelitian ilmiah” atau lebih popular disebut metodologi penelitian. Cara ini mula-mula dikembangkan oleh Francis Balon (1561–1626). Ia adalah seorang tokoh yang mengembangkan metode berfikir induktif. Mula-mula ia mengadakan pengamatan langsung terhadap gejala-gejala alam atau kemasyarakatan kemudian hasil pengamatannya tersebut dikumpulkan dan diklarifikasikan, dan akhirnya diambil kesimpulan umum. Kemudian metode berfikir induktif yang dikembangkan oleh Balon dilanjutkan oleh Deobold Van Dollen. Ia mengatakan bahwa dalam memperoleh kesimpulan dilakukan dengan mengadakan observasi langsung, dan membuat pencatatan-pencatatan terhadap semua fakta sehubungan dengan obyek yang diamatinya. Pencatatan ini mencakup tiga hal pokok, yakni :&lt;br /&gt;a. Segala sesuatu yang positif, yakni gejala tertentu yang muncul pada saat dilakukan pengamatan.&lt;br /&gt;b. Segala sesuatu yang negatif, yakni gejala tertentu yang tidak muncul saat dilakukan pengamatan.&lt;br /&gt;c. Gejala yang muncul secara Gravitasi, yaitu gejala-gejala yang berubah-ubah pada kondisi-kondisi tertentu (Notoatmodjo, 2002: 10)&lt;br /&gt;2.1.4 Karakteristik Ibu Hamil.&lt;br /&gt;2.1.4.1 Umur&lt;br /&gt;Adalah usia individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat beberapa tahun. Semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja dari segi kepercayaan masyarakat yang lebih dewasa akan lebih percaya dari pada orang belum cukup tinggi kedewasaannya. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman jiwa (Nursalam, 2001).&lt;br /&gt;Menurut Hanafi (2002) umur dibedakan menjadi :&lt;br /&gt;a. Umur &lt;&gt; 30 tahun menghentikan atau mengakhiri kehamilan.&lt;br /&gt;2.1.4.2 Pendidikan&lt;br /&gt;Tingkat pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu cita-cita tertentu. (Sarwono, 1992, yang dikutip Nursalam, 2001). Pendidikan adalah salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. (Notoatmodjo, 1993). Pendidikan mempengaruhi proses belajar, menurut IB Marta (1997), makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Pendidikan diklasifikasikan menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pendidikan tinggi : Akademi / PT&lt;br /&gt;2) Pendidikan sedang : SLTP / SLTA&lt;br /&gt;3) Pendidikan rendah : SD / tidak sekolah&lt;br /&gt;Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi baik dari orang lain maupun dari media masa. Sebaliknya tingkat pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan dan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan (Koentjaraningrat, 1997, dikutip Nursalam, 2001). Ketidaktahuan dapat disebabkan karena pendidikan yang rendah, seseorang dengan tingkat pendidikan yang terlalu rendah akan sulit menerima pesan, pencerna pesan dan informasi yang disampaikan (Effendi, 1998).&lt;br /&gt;2.1.4.3 Pekerjaan&lt;br /&gt;Pekerjaan adalah sesuatu yang dikerjakan untuk mendapatkan nafkah atau pencaharian. Masyarakat yang sibuk dengan kegiatan atau pekerjaan sehari-hari akan memiliki waktu yang lebih sedikit untuk memperoleh informasi (Depkes RI, 1996). Dengan adanya pekerjaan seseorang akan memerlukan banyak waktu dan memerlukan perhatian. Masyarakat yang sibuk hanya memiliki sedikit waktu untuk memperoleh informasi, sehingga pengetahuan yang mereka peroleh kemungkinan juga berkurang (Notoatmodjo, 1997).&lt;br /&gt;Pekerjaan diklasifikasikan menjadi :&lt;br /&gt;1. Bekerja : buruh, tani, swasta dan PNS&lt;br /&gt;2. Tidak bekerja&lt;br /&gt;2.2 Kehamilan&lt;br /&gt;Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan, yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ke-7 sampai 9 bulan (Prawiroharjo, 2002: 89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Konsep Dasar Kehamilan, risiko tinggi&lt;br /&gt;2.3.1 Definisi&lt;br /&gt;Kehamilan risiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi (Manuaba, 1998 : 33).&lt;br /&gt;2.3.2 Termasuk Kehamilan Risiko Tinggi&lt;br /&gt;2.3.2.1 Menurut Puji Rochyati (2005)&lt;br /&gt;Keadaan ibu hamil :&lt;br /&gt;a. Terlalu muda, hamil 1&lt;&gt; 35 tahun&lt;br /&gt;c. Terlalu lama hamil lagi ( &gt; 10 tahun )&lt;br /&gt;d. Terlalu cepat hamil lagi ( &lt;&gt; 35 tahun.&lt;br /&gt;g. Terlalu pendek &lt;&gt; 30 th&lt;br /&gt;Kuesi oner&lt;br /&gt;ordinal&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt;Tingkatan sekolah yang didapatkan berdasarkan pengakuan ibu hamil dalam menjawab kuesioner&lt;br /&gt;Rendah&lt;br /&gt;Menengah&lt;br /&gt;Tinggi&lt;br /&gt;1. SD,SMP&lt;br /&gt;2. SMA&lt;br /&gt;3. Akademi&lt;br /&gt;/PT&lt;br /&gt;Kuesi oner&lt;br /&gt;ordinal&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Peker jaan&lt;br /&gt;Pernyataan ibu hamil dalam menjawab pertanyaan yang menyatakan pekerjaan&lt;br /&gt;Bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bekerja&lt;br /&gt;1. Buruh&lt;br /&gt;2. Swasta&lt;br /&gt;3. PNS/TNI&lt;br /&gt;4. Tidak&lt;br /&gt;kerja&lt;br /&gt;Kuesi oner&lt;br /&gt;Nomi nal&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Pengetahuan ibu hamil tentang kehami lan risiko tinggi&lt;br /&gt;Pemahaman ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi berdasarkan hasil menjawab kuesioner&lt;br /&gt;1. Pengetahuan ibu hamil tentang pengertian kehamilan risiko tinggi&lt;br /&gt;2. Pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda kehamilan risiko tinggi&lt;br /&gt;3. Pengetahuan ibu hamil tentang macam -macam kehamilan risko tinggi&lt;br /&gt;1. baik&lt;br /&gt;76-100%&lt;br /&gt;2. Cukup&lt;br /&gt;56-75%&lt;br /&gt;3. Kurang&lt;br /&gt;&lt; n =" x"&gt; 30 Tahun&lt;br /&gt;1 orang&lt;br /&gt;15 orang&lt;br /&gt;4 orang&lt;br /&gt;5%&lt;br /&gt;75%&lt;br /&gt;20%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;20 orang&lt;br /&gt;100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32Berdasarkan tabel 5.1 di atas umur responden kurang dari 20 tahun yaitu 1 orang (5%), responden antara 20-30 tahun yaitu 15 orang (75%), responden yang berumur lebih dari 30 tahun adalah 4 orang (20%).&lt;br /&gt;b. Tingkat Pendidikan&lt;br /&gt;Berdasarkan pendidikan formal yang pernah ditempuh responden diperoleh data sejumlah 20 orang. Distribusi responden menurut tingkat pendidikan disajikan tabel 5.2 berikut ini :&lt;br /&gt;Tabel 5.2. Distribusi Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban bulan Januari sampai Juli 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Tingkat Pendidikan&lt;br /&gt;Jumlah Responden&lt;br /&gt;Prosentase&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;SD&lt;br /&gt;SMP&lt;br /&gt;SMA&lt;br /&gt;Akademi / PT&lt;br /&gt;4 orang&lt;br /&gt;6 orang&lt;br /&gt;10 orang&lt;br /&gt;0 orang&lt;br /&gt;20%&lt;br /&gt;30%&lt;br /&gt;50%&lt;br /&gt;0%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;20 orang&lt;br /&gt;100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tabel 5.2 tingkat pendidikan SD yaitu 4 orang (20%), SMP yaitu 6 orang (30%), SMA yaitu 10 orang (50%) dan Akademi/PT tidak ada.&lt;br /&gt;c. Pekerjaan&lt;br /&gt;Distribusi responden berdasarkan pekerjaan ibu akan disajikan pada tabel 5.3 sebagai berikut :&lt;br /&gt;Tabel 5.3. Distribusi Responden berdasarkan Pekerjaannya di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban, bulan Januari sampai Juli 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Pekerjaan&lt;br /&gt;Jumlah Responden&lt;br /&gt;Prosentase&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Buruh&lt;br /&gt;Swasta&lt;br /&gt;PNS / TNI&lt;br /&gt;Tidak Bekerja / IRT&lt;br /&gt;1 orang&lt;br /&gt;1 orang&lt;br /&gt;0 orang&lt;br /&gt;18 orang&lt;br /&gt;5%&lt;br /&gt;5%&lt;br /&gt;0%&lt;br /&gt;90%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;20 orang&lt;br /&gt;100%&lt;br /&gt;Berdasarkan tabel 5.3 di atas pekerjaan ibu sebagai buruh adalah 1 orang (5%), swasta 1 orang (5%), PNS/TNI tidak ada, tidak bekerja/IRT adalah 18 orang (90%).&lt;br /&gt;Pengetahuan tentang Kehamilan Risiko Tinggi&lt;br /&gt;Tabel 5.4 Distribusi responden berdasarkan pendidikan ibu hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban.&lt;br /&gt;Tabel 5.4. Distribusi Responden berdasarkan tingkat Pendidikan di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban, bulan Januari sampai Juli 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Keterangan&lt;br /&gt;Jumlah Responden&lt;br /&gt;Prosentase&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Baik&lt;br /&gt;Cukup&lt;br /&gt;Kurang&lt;br /&gt;5 orang&lt;br /&gt;12 orang&lt;br /&gt;3 orang&lt;br /&gt;25%&lt;br /&gt;60%&lt;br /&gt;15%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;20 orang&lt;br /&gt;100%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 20 responden didapatkan pengetahuan dengan keterangan baik yaitu 5 orang (25%), keterangan cukup yaitu 12 orang (60%) dan responden dengan pengetahuan kurang yaitu 3 orang (15%).&lt;br /&gt;5.1.2 Data Khusus&lt;br /&gt;Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Umur&lt;br /&gt;Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Umur di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban,&lt;br /&gt;bulan Januari sampai Juli 2006.&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Umur (Tahun)&lt;br /&gt;Pengetahuan Ibu Hamil tentang&lt;br /&gt;Kehamilan Risiko Tinggi&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;Baik&lt;br /&gt;Cukup&lt;br /&gt;Kurang&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;&gt; 30&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;40&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;60&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden terdapat paling banyak yaitu 15 orang (75%) yang berumur antara 20-30 tahun dan dari jumlah tersebut paling banyak yaitu 8 orang (40%) berpengetahuan cukup.&lt;br /&gt;Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan tingkat Pendidikan&lt;br /&gt;Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Tingkat Pendidikan di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban, bulan Januari sampai Juli 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Tingkat Pendidikan&lt;br /&gt;Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;Baik&lt;br /&gt;Cukup&lt;br /&gt;Kurang&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;SD&lt;br /&gt;SMP&lt;br /&gt;SMA&lt;br /&gt;Akademik/PT&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;30&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;60&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden terdapat paling banyak yaitu 10 orang (50%) yang berpendidikan SMA dan dari jumlah tersebut paling banyak yaitu 6 orang (30%) berpengetahuan cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan ibu hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Pekerjaan&lt;br /&gt;Tabel 5.7 Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan pekerjaan di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban, bulan Januari sampai Juli 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Jenis Pekerjaan&lt;br /&gt;Pengetahuan ibu hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;Baik&lt;br /&gt;Cukup&lt;br /&gt;Kurang&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;Σ&lt;br /&gt;%&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Buruh&lt;br /&gt;Swasta&lt;br /&gt;PNS/TNI&lt;br /&gt;Tidak Bekerja/IRT&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;55&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;60&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden terdapat paling banyak yaitu 18 orang (90%) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan dari jumlah tersebut paling banyak yaitu 11 orang (55%) berpengetahuan cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 6&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1 Pembahasan&lt;br /&gt;Pada bab ini akan membahas tentang hasil penelitian secara khusus tentang karakteristik ibu hamil meliputi umur, pendidikan dan pekerjaan serta tentang pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi.&lt;br /&gt;6.1.1 Umur&lt;br /&gt;Dari tabel 5.1 didapatkan bahwa paling banyak ibu hamil pada usia reproduksi yaitu 15 orang (75%). Didapatkan pula ibu hamil usia &gt; 30 tahun sebanyak 4 orang (20%) sedangkan ibu hamil pada usia &lt;&gt;30 tahun kemungkinan hal ini terjadi karena kurang mengertinya masalah kesehatan reproduksi.&lt;br /&gt;37&lt;br /&gt;6.1.2 Pendidikan&lt;br /&gt;Dari tabel 5.2 didapatkan bahwa paling banyak ibu hamil mempunyai latar belakang pendidikan SMA sebanyak 10 orang (50%). Didapatkan pula ibu hamil yang berpendidikan SMP sebanyak 6 orang (30%) sedangkan yang berpendidikan SD sebanyak 4 orang (20%).&lt;br /&gt;Ketidaktahuan dapat disebabkan karena pendidikan yang rendah (Mochtar, 1998). Adanya tingkat pendidikan yang terlalu rendah akan sulit mencerna pesan atau informasi yang disampaikan (Effendy, 1998) sedangkan menurut IB Mantra (1997) makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi baik dari orang lain maupun dari media masa, sebaliknya tingkat pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan dan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan (Koentjoroningrat, 1997. dikutip Nursalam, 2001).&lt;br /&gt;Hasil penelitian mendukung teori yang ada. Hal ini mungkin dikarenakan responden memiliki pengalaman dan wawasan yang luas sehingga ia mampu dengan mudah menerima informasi baik informasi yang didapat dari media cetak, media elektronik ataupun informasi yang diterima dari petugas kesehatan.&lt;br /&gt;6.1.3 Pekerjaan&lt;br /&gt;Dari tabel 5.3 didapatkan bahwa paling banyak ibu hamil tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga yaitu 18 orang (90%) sedangkan ibu hamil yang bekerja sebanyak 2 orang dengan prosentase 10%.&lt;br /&gt;Tingkat fleksibilitas kerja yang rendah menjadikan wanita sulit untuk menyesuaikan diri dengan jadwal pekerjaan kantor dan tugas di rumah (Horlock, 1997). Bekerja merupakan kegiatan yang menyita waktu bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga (Markum, 1991 dikutip oleh Nursalam dan Siti Pariani, 2001). Kehamilan bukan merupakan halangan untuk bekerja asalkan sesuai dengan kemampuan dan tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan kelangsungan kehamilan (Manuaba, 1998).&lt;br /&gt;Hasil penelitian mendukung teori yang ada karena sebagian besar ibu hamil tidak bekerja, sehingga mempunyai peluang lebih banyak untuk berisitirahat dari pada responden yang bekerja.&lt;br /&gt;6.1.4 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Resiko Tinggi&lt;br /&gt;Dari tabel 5.4 didapatkan bahwa dari 20 ibu hamil sebagian besar yaitu 12 orang (60%) mempunyai pengetahuan cukup, yang berpengetahuan baik sebanyak 5 orang (25%) sedangkan yang mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 3 orang (15%).&lt;br /&gt;Pengetahuan diperoleh setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan faktor yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang (Notoatmodjo, 1997) Upaya untuk merubah perilaku seseorang dalam bidang kesehatan dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan (Effendy, 1998).&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi cukup baik dimana hal ini dipengaruhi oleh pendidikan dan usia responden.&lt;br /&gt;6.1.5 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Resiko Tinggi Berdasarkan Umur&lt;br /&gt;Dari tabel 5.5 dapat disimpulkan bahwa paling banyak ibu hamil yaitu 15 orang (75%) yang berumur antara 20-30 tahun dengan pengetahuan cukup sebanyak 8 orang (40%) yang berpengetahuan baik sebanyak 4 orang (20%) dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 3 orang (15%).&lt;br /&gt;Menurut teori Hurlock yang dikutip Nursalam dan Siti Pariani (2001) semakin cukup usia tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman dan kematangan jiwanya, kemampuan berpikir kreatif mencapai puncaknya dalam usia dua puluhan. Karena pada hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar ibu hamil dengan pengetahuan cukup pada usia 20-30 tahun tingkat pengetahuan yang bervariasi tersebut selain dipengaruhi oleh umur, menurut Nasrul Effendy (1998) juga ada faktor lain di antaranya adalah pengalaman ibu hamil secara langsung dan informasi yang diperoleh dari poster, media cetak meliputi majalah, buletin, surat kabar serta media elektronik melalui radio, komputer maupun televisi.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian yang didapat sesuai dengan teori dimana semakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir.&lt;br /&gt;6.1.6 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Resiko Tinggi Berdasarkan Pendidikan&lt;br /&gt;Dari tabel 5.6 menunjukkan bahwa dari 20 ibu hamil terdapat paling banyak yaitu 10 orang (50%) yang berpendidikan SMA. Dari pendidikan SMA yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (30%) sedangkan yang berpengetahuan baik sebanyak 4 orang (20%).&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan pernyataan Kuncoro Ningrat (1997) dikutip Nursalam (2001) yaitu semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah menerima informasi sehingga semakin banyak pengetahuan yang dimiliki.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian yang didapatkan sesuai dengan teori. Hal ini mungkin dikarenakan responden memiliki pengalaman dan wawasan yang luas sehingga ia mampu dengan mudah menerima informasi baik informasi yang didapat dari media cetak, media elektronik ataupun informasi yang diterima dari petugas kesehatan sehingga pengetahuan yang dimiliki cukup baik.&lt;br /&gt;6.1.7 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Resiko Tinggi Berdasarkan Pekerjaan&lt;br /&gt;Dari tabel 5.7 dapat dilihat bahwa dari 20 ibu hamil diperoleh paling banyak ibu tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga yaitu 18 orang (90%) dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 orang (55%) dan pengetahuan baik sebanyak 5 orang (25%) dan yang mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 2 orang (10%).&lt;br /&gt;Dengan adanya pekerjaan seseorang akan memerlukan banyak waktu dan tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang dianggap penting dan memerlukan perhatian. Masyarakat yang sibuk hanya memiliki sedikit waktu untuk memperoleh informasi sehingga pengetahuan yang mereka peroleh kemungkinan juga berkurang (Notoatmodjo, 1997).&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan teori di atas dimana ibu hamil banyak yang tidak bekerja sehingga apabila ada informasi baru yang didapatkan oleh bidan atau tenaga kesehatan dapat disampaikan dengan mudah pada responden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 7&lt;br /&gt;KESIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.1 Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di Polindes Kemuning Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Tuban dengan responden 20 ibu hamil diperoleh kesimpulan sebagai berikut:&lt;br /&gt;7.1.1 Karakteristik Ibu Hamil&lt;br /&gt;Responden paling banyak terdapat pada usia reproduksi yaitu umur antara 20-30 tahun (Usia produktif) dengan latar belakang pendidikan SMA sedangkan dilihat dari pekerjaan didapatkan paling banyak ibu hamil sebagai ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;7.1.2 Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Resiko Tinggi&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini didapatkan pengetahuan ibu hamil tentang pengertian kehamilan risiko tinggi, macam dan tanda kehamilan risiko tinggi adalah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.2 Saran&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian di atas maka harapan yang ingin peneliti sampaikan adalah agar:&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;43Ibu hamil periksa atau kontrol secara rutin pada bidan atau tenaga kesehatan yaitu minimal 4 kali selama kehamilan agar banyak mendapat informasi tentang risko tinggi kehamilan.&lt;br /&gt;2. Ibu hamil meningkatkan pengetahuannya menjadi lebih baik lagi mendapatkan informasi dari media cetak, elektronik atau dari tenaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arikunto, Suharsimi (1998) Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Rinika Cipta. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Kesehatan Ibu Dan Anak Propinsi Jawa Timur, 2002 Bakti Husada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depkes RI, (2001) Rencana Strategi Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effendy, Nasrul (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuaba. Ida Bagus Gde (1998) Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. EGC. Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manjoer. Arif. Triyanti, Kaspuji dkk (2001) Kapita Selekta Kedokteran Jilid I media Aesculopius Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazir, Moh. Ph.D (2003) Metode Penelitian Gholia Indonesia. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notoatmodjo, Soekidjo (2002) Metodologi Penelitian Kesehatan Rineka Cipta. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------- (2003) Pendidikan dan Perilaku Kesehatan Rineka Cipta Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------- (2003) Ilmu Kesehatan Masyarakat EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nursalam. (2003) Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis Dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prawirohardjo, Sarwono (2002) Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonotal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugiono. Dr. (1999) Metode Penelitian Bisnis ALFABETA. Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widyastuti. Palupi (2003) Perawatan Ibu Dan Bayi. EGC. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran 5&lt;br /&gt;LEMBAR KUESIONER&lt;br /&gt;Petunjuk Pengisihan Kuesioner :&lt;br /&gt;1.       Tulislah tanggal pengisihan sesuai dengan tanggal ibu mengisi kuesioner&lt;br /&gt;2.       Nomor responden diisi oleh peneliti&lt;br /&gt;3.       Beri tanda ( x ) pada jawaban yang anda anggap paling benar&lt;br /&gt;4.       Bila pada pengisihan kuesioner kurang jelas, ibu dapat bertanya pada peneliti&lt;br /&gt;No Responden           : …………………………………&lt;br /&gt;Tanggal Pengisihan      : …………………………………&lt;br /&gt;A.  Karakteristik Ibu Hamil                                                               Diisi Petugas&lt;br /&gt;1.      Berapa umur saat ini ?&lt;br /&gt;a.       &lt; 20 tahun&lt;br /&gt;b.      20 – 30 tahun&lt;br /&gt;c.       &gt; 30 tahun&lt;br /&gt;2.      Pendidikan terakhir ibu&lt;br /&gt;a.       SD&lt;br /&gt;b.      SMP&lt;br /&gt;c.       SMA&lt;br /&gt;d.      Akademia / PT&lt;br /&gt;3. Pekerjaan ibu&lt;br /&gt;a.       Buruh&lt;br /&gt;b.      Swasta&lt;br /&gt;c.       PNS / TNI&lt;br /&gt;d.      Tidak bekerja / ibu rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pertanyaan tentang Pengetahuan&lt;br /&gt;1.      Menurut ibu apa yang dimaksud dengan kehamilan resiko tinggi ?&lt;br /&gt;a.       Kehamilan dengan riwayat jelek&lt;br /&gt;b.      Kehamilan kembar atau ganda&lt;br /&gt;c.       Kehamilan dengan letak lintang&lt;br /&gt;d.      Keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi&lt;br /&gt;2.      Menurut ibu, Ibu hamil katakan risiko tinggi apabila umur ibu ?&lt;br /&gt;a.       Kurang dari 16 tahun atau lebih dari 35 tahun&lt;br /&gt;b.      Kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun&lt;br /&gt;c.       Lebih dari 20 atau kurang dari 35 tahun&lt;br /&gt;d.      Kurang dari 15 tahun atau lebih dari 25 tahun&lt;br /&gt;3.      Sepengetahuan anda ibu hamil dikatakan risiko tinggi apabila tinggi badannya  ?&lt;br /&gt;a.       Kurang dari 150 cm.&lt;br /&gt;b.      Kurang dari 145 cm.&lt;br /&gt;c.       Lebih dari 150 cm.&lt;br /&gt;d.      Lebih dari 145 cm.&lt;br /&gt;4.      Dibawah ini termasuk kehamilan resiko tinggi, menurut anda yang tidak termasuk kehamilan risiko tinggi adalah …&lt;br /&gt;a.       Umur lebih dari 35 tahun&lt;br /&gt;b.      Tinggi badan 160 cm.&lt;br /&gt;c.       Jumlah anak 8 orang&lt;br /&gt;d.      Jarak kehamilan pertama dan kedua 12 tahun&lt;br /&gt;5.      Menurut anda Ibu hamil dikatakan resiko tinggi apabila menderita penyakit ?&lt;br /&gt;a.       Malaria&lt;br /&gt;b.      Influensa&lt;br /&gt;c.       Diare&lt;br /&gt;d.      Mual-mual&lt;br /&gt;6.      Apa yang ibu ketahui tentang pengaruh tinggi badan ibu hamil kurang dari 145 cm terhadap proses persalinan?&lt;br /&gt;a.       Melahirkan dengan normal&lt;br /&gt;b.      Melahirkan dengan mudah&lt;br /&gt;c.       Kesulitan mengejan&lt;br /&gt;d.      Kesulitan melahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Menurut ibu hamil yang dikatakan keracunan kehamilan apabila tekanan darahnya&lt;br /&gt;a.       &gt; 160/100 mmHg&lt;br /&gt;b.      150/90 mmHg&lt;br /&gt;c.       120/80 mmHg&lt;br /&gt;d.      90/60 mmHg&lt;br /&gt;8.      Menurut pengetahuan ibu, ibu yang mempunyai tekanan darah tinggi pre eklamasi berat apabila ada tanda-tanda ?&lt;br /&gt;a.       Kejang-kejang&lt;br /&gt;b.      Perdarahan&lt;br /&gt;c.       bengkak pada kaki&lt;br /&gt;d.      bengkak pada tangan&lt;br /&gt;9.      Menurut Ibu, bengkak yang dikatakan masih normal adalah ?&lt;br /&gt;a.       Seluruh tubuh&lt;br /&gt;b.      Kaki dan tangan&lt;br /&gt;c.       Kaki saja&lt;br /&gt;d.      Muka dan kaki&lt;br /&gt;10.  Menurut Ibu paling sedikit ibu hamil periksa kehamilan berapa kali?&lt;br /&gt;a.       3x selama hamil&lt;br /&gt;b.      &gt; 5x selama hamil&lt;br /&gt;c.       2x selama hamil&lt;br /&gt;d.      1x pada 3 bulan pertama, 1x pada 3 bulan kedua, 2x pada bulan terakhir&lt;br /&gt;11.  Menurut pengetahuan ibu, umur berapakah ibu dianjur mengakhiri kehamilan?&lt;br /&gt;a.       25 tahun&lt;br /&gt;b.      &gt; 35 tahun&lt;br /&gt;c.       &gt; 20 tahun&lt;br /&gt;d.      &gt; 27 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Menurut pengetahuan ibu, ibu hamil dikatakan risiko tinggi apabila letak janinnhya ?&lt;br /&gt;a.       Letak lintang&lt;br /&gt;b.      Letak kepala&lt;br /&gt;c.       Letak tangan&lt;br /&gt;d.      Letak kaki&lt;br /&gt;13.  Menurut pengetahuan ibu, lamanya hamil yang dikatakan tidak normal apabila lebih dari?&lt;br /&gt;a.       6 bulan&lt;br /&gt;b.      7 bulan&lt;br /&gt;c.       10 bulan&lt;br /&gt;d.      8 bulan&lt;br /&gt;14.  Menurut ibu jarak kehamilan antara anak pertama dan kedua tidak boleh lebih dari?&lt;br /&gt;a.       10 tahun&lt;br /&gt;b.      3 tahun&lt;br /&gt;c.       5 tahun&lt;br /&gt;d.      8 tahun&lt;br /&gt;15.  Di bawah ini termasuk kehamilan risiko tinggi apabila ibu menderita penyakit tersebut, menurut ibu penyakit apa yang tidak termasuk dalam kehamilan risiko tinggi?&lt;br /&gt;a.       Malaria&lt;br /&gt;b.      TBC paru&lt;br /&gt;c.       Diare&lt;br /&gt;d.      Kencing manis (diabetes)&lt;br /&gt;16.  Wanita yang masih muda, dianjurkan menunda kehamilannya menurut ibu pada usia berapakah wanita dianjurkan menunda kehamilannya?&lt;br /&gt;a.       &lt; 15 tahun&lt;br /&gt;b.      20 tahun&lt;br /&gt;c.       &lt; 25 tahun&lt;br /&gt;d.      &gt; 20 tahun&lt;br /&gt;17.  Menurut pengetahuan ibu jumlah anak tidak boleh lebih dari?&lt;br /&gt;a.       &gt; 2&lt;br /&gt;b.      2 anak saja&lt;br /&gt;c.       &gt; 3&lt;br /&gt;d.      4 atau lebih&lt;br /&gt;18.  Menurut pengetahuan ibu jarak anak pertama dengan anak kedua tidak boleh kurang dari?&lt;br /&gt;a.       5 tahun&lt;br /&gt;b.      10 tahun&lt;br /&gt;c.       2 tahun&lt;br /&gt;d.      7 tahun&lt;br /&gt;19.  Di bawah ini termasuk risiko tinggi dalam kehamilan, menurut ibu yang tidak termasuk risiko tinggi kehamilan adalah?&lt;br /&gt;a.       Hamil kembar&lt;br /&gt;b.      Kehamilan letak lintang&lt;br /&gt;c.       Kehamilan letak kepala&lt;br /&gt;d.      Umur &gt; 35 tahun&lt;br /&gt;20.  Menurut ibu, ibu hamil dikataka risiko tinggi, apabila pernah melahirkan dengan?&lt;br /&gt;a.       Bidan&lt;br /&gt;b.      Dukun&lt;br /&gt;c.       Operasi sesar&lt;br /&gt;d.      Perawat&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      D                                              11.    B&lt;br /&gt;2.      A                                              12.    A&lt;br /&gt;3.      B                                              13.    C&lt;br /&gt;4.      B                                              14.    A&lt;br /&gt;5.      A                                              15.    C&lt;br /&gt;6.      D                                              16.    A&lt;br /&gt;7.      A                                              17.    D&lt;br /&gt;8.      A                                              18.    C&lt;br /&gt;9.      C                                              19.    C&lt;br /&gt;10.  D                                              20.    C&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-4393259915491816043?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/4393259915491816043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/02/contoh-kti-pengetahuan-ibu-hamil.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/4393259915491816043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/4393259915491816043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/02/contoh-kti-pengetahuan-ibu-hamil.html' title='CONTOH KTI PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN RESIKO TINGGI DI POLINDES TASIKMADU KECAMATAN PALANG TUBAN'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-8655496698942165348</id><published>2009-02-13T02:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T04:29:37.212-08:00</updated><title type='text'>SHARING DARI PENGALAMAN MERAWAT PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;MERAWAT PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari pengalaman merawat dan menampung berbagai keluhan pasien hipertensi akhirnya kukumpulkan beberapa artikel yang bisa dijadikan wacana untuk yang memerlukan, biar ga banyak search lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ceritanya sebenarnya pasiennya cuma satu, yaitu my mom alias ibu saya yang kebetulan mengalami hipertensi sejak beberapa tahun lalu, mentang-mentang punya anak yang ngerti kesehatan, ibuku ini anaknya seolah-olah gudang informasi, untungnya anaknya ga kurang akal, berbekal ngenet, cari referensi sana-sini rupanya lama-lama bisa juga otodidak jadi spesialis penyakit dalan dan jantung, he..he..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;berawal dari banyaknya advis dokter memberikan obat beta blokker dan antihipertensi untuk ibu, lama-lama ada kekhawatiran juga tidak baik untuk kesehatan ginjalnya, apalagi kalau ditotal, bungkus dan etiket obat bisa sampai beberapa karung beras. seringnya ibu menanyakan manfaat dan untuk apa obat,akhirnya aku yang cuma beberapa faham obat, itupun hanya yang untuk obat-obat ringan dan yang ada kaitanya dengan kebidanan, mau-ga mau belajar juga DOI dan farmakologi. lama-lama tidak efektif juga ibu selalu telpon atau SMS ( kebetulan kita tinggal beda kota ) anak perempuannya yang paling cantik ini sudah laku dan digondol suaminya ke Tuban, menanyakan boleh ga minum obat ini, itu, kapan harus minumnya na.., boleh dicampur yang mana, yang ga boleh mana, kenapa ini kok jadi dingin, kenapa yang itu kok jadi gemeteran, kenapa yang lainnya lagi setelah diminum kok jadi lemes... dll, akhirnya DOI ku kasih ibu, belajar sendiri, dibaca-baca( kebetulan ibuku Guru, jadi ya ga gaptek ), tapi dasar ibu-ibu yah gitu udah dikasih buku tetep aja nanya-nanya. akhirnya beberapa tahun ini ibuku hidup dengan hipertensi dan menjalani terapi pengobatannya, 2 tahun lalu ibu pernah dirawat di RS gambiran kediri karena hipertensinya sudah ada komplikasi jantungnya, akhirnya obatnya ditambah lagi untuk jantungnya, sakit ibu naik turun, artinya kadang kondisinya stabil, kadang drop, tergantung pola hidup dan perawatannya, namun yang namanya human ya ada kalanya peraturan yang ditetapkan dan harus dipatuhi dilanggar juga. termasuk aturan pantang makan yang harus ditarak. akhirnya ayah menerapkan ketat semua makan yang dikonsumsi ibu, semuanya bermerk non kolesterol dan non fat, no sugar no no no yang lain dengan plus-plus lainnya juga. Sampai Desember kemarin habis main ke rumah saya ( soalnya sempat kupaksa jalan-jalan ke sunan dan WBL lamongan, dasar anak kurang ajar ) ibuku sempat drop, soalnya sebelumnya kondisinya sudah ga fit masih sempat-sempatnya juga ngantar paman yang datang dengan keluarganya dari Malaysia ke rumah saya, akhirnya pulang dari tuban 2 atau 3 hari setelahnya ibu masuk rumah sakit dengan diagnosa kurang gizi dan anemia berat, mungkin arena semua makanan ditaraki, karena takut akhirnya asupan gizinya jadi kurang, Hb nya juga cuma 6 gr%, akhirnya ya MRS selama 1 minggu di RS. Gambiran Kediri, keluarga bingung juga mau menunggui, Tulungagung-kediri dengan aktivitas masing-masing yang semuanya Pegawai negri dengan notabebe anak cuma 2, saya di tuban dan adik masih belum pengertian, akhirnya hanya ayahlah yang selalu setia menemani dan merawat ibu. ayahku memang hebat. beberapa tahun ini dia jadi dokter rumah ibu, bahkan dia mahir menensi. mudah mudahan beliau sehat selalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;hingga tanggal 3-12 februari kemarin ayah mendapat tugas dinas diklat selama 10 hari di ketintang Surabaya, yang jadi kekhawatiran siapa yang menemani ibu????.... ada sih adikku tapi kata orang-orang sih istilahnya masih kecil belum JOWO, mungkin masih cina, londo to afrika kali ye..., he..he...&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;akhirnya saudara-saudara yang tinggal bersebelahan yang ketiban sampur, walaupun begitu yang namanya punya urusan masing-masing, punya rumah masing-masing ya ga bisa selalu always ada, ya seperlunya saja, ya neneklah yang tiap malam menginap, padahal sebelumnya keluarga besar sempat panik karena desi anak paman ke 2 yang pertama MRS selama 1 minggu di RS Dr Iskak Tulungagung karena DB dan Typoid, cerita ttg desi lain kali aja, sebelumnya adiknya yang panas tapi ga smpai MRS, sampai sampai rencana liburan sekolah mau main ke Tuban dan WBL gatot alias gagal total karena semua anak kecil yang mau diajak liburan pada penyakitan semua, he..he..., begitu desi pulang ganti ibuku yang butuh perhatian, tiba-tiba sekujur tubuhnya dingin dan lemas, paman yang menemani sempat bingung diapakan dan dikasih makan apa, karena semua-semua katanya ga boleh, tante mengompres dan menyeko semua ekstremitas dengan air panas...., tensi naik turun ga setabil. oh god help me...&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;sehari sebelum ayah berangkat sempat seninnya mengantar kontrol ibu ke dokter dengan advis baru dilarang makan, semua sayur dan buah kecuali apel dan pir, 2 minggu lagi akan dilakukan tes lab kreatin, wah kekhawatiran jelas mengarah ke ginjal, apakah komplikasi ibu sudah sampai ke ginjalnya juga, bisa saja, mengingat ibu mengkonsumsi obat-obatan sebanyak ibu plus alternatif-alternatif lainnya yang tak kalah banyak juga, kasihan ibu, semoga sabar dan tabah serta diberi kekuatan untuk sembuh.., &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;akhirnya tanya juga ke anaknya kenapa ga boleh begini, kenapa ga boleh makan ini itu, kupikir masak ga boleh sampai se ekstrim itu, kan bisa malnutrisi dan anemia lagi nih...sebelum berangkat pesan ayah diusahakan kalau sempat pulang untuk nengok ibumu nduk..., nggihh pak, sebagai anak yang berbakti, walau wuih kegiatan seabreg, kita gak boleh egois, ingat renungan kala malam seni waktu itu...., maka akhir weekend lalu aku dan suami pulang ke tulungagung, kebetulan sabtu dapat libur plus ijin satu hari seninnya, dengan misi menengok ibu dan mengatur serta membawakan referensi menu yang kubelikan dari gramedia habis 160 an ribu, demi ibu, kecil mah..he..he... kuanjurkan tetep makan sayur dan buah dengan pengolahan yang benar, buah serta sayur terpilih serta obat yang rutin, dengan mengikuti petunjuk dari beberapa artikel juga&lt;br /&gt;ternyata di dalam buah dan sayuran banyak mengandung zat kalium dan potassium yang tidak baik kalu dikonsumsi pasien hipertensi dan jantung, bias menimbulkan efek sesak, tapi juga tidak baik kalau sama sekali tidak mengkonsumsi sayur dan buah, bisa kekurangan serat dan asupan vitamin, mineral malah ga apik, jadi ben kandungan kalium berkurang tergantung cara pengolahannya. Bisa direbus, atau di cuci dengan air pana selama ± 15 menit,&lt;br /&gt;Biasane pada pasien hipertensi justru disarankan untuk mengkonsumsi buah karena tinggi kalium, kecuali pisang dan belimbing, tidak boleh karena masio wis direbus tetep tidak menghilangkan kalium, kalium ini diperlukan untuk mengimbnagi sodium. Tapi ibuk kok dilarang, tak piker-pikir mungkin doktere khawatir ibu bias kena hemodilusa, makanya dilarang mengkonsumsi sayur dan buah. 2 mg lagi suruh tes creatine dan urine lengkap, mungkin yo khawatir kena ginjele, soale penyakit hipertensi iso mrembet ke lain-lain termasuk jantung dan ginjal juga. Soale ibuk yow is ngonsumsi obat men sak trek, yo isi ugo khawatir ginjale rusak…&lt;br /&gt;Nih artikelnya &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buah dan sayur untuk hipertensi&lt;br /&gt;Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang makin merajalela dengan makin berubahnya gaya hidup, lingkungan dan stress. WHO menyatakan hipertensi merupakan silent killer, karena banyak masyarakat tak menaruh perhatian terhadap penyakit yang kadang dianggap sepele oleh masyarakat, tanpa menyadari jika penyakit ini menjadi hulu dari berbagai kelainan lainnya yang lebih fatal misalnya kelainan pembuluh darah dan jantung (kardiovaskuler), gangguan ginjal, bahkan pecahnya pembuluh darah kapiler di otak atau yang lebih familiar dengan nama stroke.&lt;br /&gt;Salah satu pendekatan yang digunakan oleh dokter dalam penanganan hipertensi adalah adjustment gaya hidup pasien yang meliputi olah raga, lingkungan dan makanan. Makanan utama yang harus dihindari adalah garam beserta produk-produk yang mengandung unsur garam/sodium/natrium yakni MSG/mono sodium glutamate. Selain itu salah satu trend dalam penanganan hipertensi adalah dengan memanipulasi bahan yang dikonsumsi penderita yakni menurunkan asupan sodium diikuti dengan meningkatkan asupan kalium/potassium karena sebagaimana kita tahu sodium adalah lawan dari kalium dalam kaitannya dengan pengaturan kontraksi pembuluh darah yakni melalui pompa NaKATPase.&lt;br /&gt;Bahan-nahan makanan yang banyak mengandung kalium/potassium baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi karena akan memberikan keseimbangan sodium dan kalium yang baik agar kontraksi pembuluh darah dan jantung terkendali sehingga hipertensi dapat dijaga dalam range mild atau bahkan normal kembali. Buah-buahan yang kaya dengan kandungan kalium sangat banyak dan mudah dikenali dari penampakan fisik tumbuhan yang ditandai dengan buah dari tanaman yang menjalar yang dimasukkan dalam satu keluarga Cucurbitaceae. Dalam doctrine of signature, kenampakan fisik bagi buah yang posisinya menggantung mendorong para peneliti membuktikan benarkah buah-buah yang menggantung ke bawah/turun dapat menurunkan tekanan darah. Semangka, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, krai, zucchini, semua adalah buah dan sayur dari keluarga Cucurbitaceae. Di dalam buah dan sayur yang tergolong keluarga ini ditemukan adanya kandungan potassium/kalium yang tinggi, yang mampu menurunkan tekanan darah dengan mekanisme sebagai diuretic/pelancar air seni. Selain itu semangka, melon dan labu yang berwarna kuning, oranye atau merah juga mengandung beta karoten dan antioksidan lain yang baik untuk mempertahankan ketahanan pembuluh darah. Bagi penderita hipertensi yang masih mild, konsumsi sayur dan buah-buahan ini akan membantu menjaga kenormalan tekanan darah. Bagi penderita yang telah tergantung pada lebih dari 2 obat, maka asupan buah dan sayur di atas akan mengurangi dosis obat antihipertensi yang diberikan dokter.&lt;br /&gt;Selain adanya kandungan kalium yang tinggi, masih ada sayuran lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai antihipertensi yakni lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Dalam tanaman ini ditemukan banyak terkandung flavonoid yang mampu menurunkan tekanan darah baik dengan mekanisme sebagai pelancar air seni maupun sebagai antagonis kalsium. Daun murbei belum lama ini juga ditemukan mengandung Magnesium yang tinggi yang mampu berperan dalam pertahanan tekanan darah.&lt;br /&gt;Makan Secara Sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipertensi adalah salah satu penyebab terbesar kecacatan atau kematian akibat stroke, serangan jantung, gagal jantung dan gagal ginjal. Tetapi ada kabar baiknya. Penyakit ini tidak harus mematikan atau menyebabkan cacat, karena mudah dideteksi dan langkah-langkah untuk menurunkannya dapat dilakukan. Ada dua langkah utama yang dapat dilakukan, yaitu pengobatan dan perubahan gaya hidup.&lt;br /&gt;PengobatanObat anti hipertensi, harus diminum setiap hari, pada waktu yang sama dengan dosis yang sama, sesuai dengan anjuran dokter. Terdapat berbagai jenis obat anti hipertensi. Bila memang diperlukan, biasanya dokter akan memulai dari dosis kecil dan mengawasi efek yang terjadi. Jika perlu, dosis akan ditingkatkan secara bertahap atau ditambahkan obat lain sampai tekanan darah terkontrol. Biasanya bila dianjurkan untuk minum obat, kemungkinan besar anda harus minum obat tersebut seumur hidup.Untuk berjaga-jaga, minta juga keterangan dari dokter tentang apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat, kapan sebaiknya obat diminum dengan perut kosong atau setelah makan, serta efek samping obat yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;Obat Hipertensi yang ideal&lt;br /&gt;Efektif menurunkan tekanan darah&lt;br /&gt;Efek samping minimal&lt;br /&gt;Diminum sekali sehari&lt;br /&gt;Efek penurunan tekanan gradual&lt;br /&gt;Memiliki “drug holiday protection” (melindungi pasien yang lupa minum obat)&lt;br /&gt;Tidak perlu memilih obat yang penurunan tekanan darahnya cepat (kecuali kasus emergenci)&lt;br /&gt;Ingat, obat ini mengendalikan tekanan darah anda, bukan menyembuhkan. Obat ini tidak akan 'menumpuk' dalam tubuh anda dan semakin lama dipakai secara teratur justru semakin baik bagi tekanan darah anda.Tekanan darah anda terkontrol karena obat. Kalau diberhentikan dapat naik lagi bahkan jika dihentikan secara tiba-tiba dapat menimbulkan gejala rebound dan sering menimbulkan perdarahan otak atau serangan jantung&lt;br /&gt;Perubahan Gaya Hidup dengan makan secara sehatApa maksudnya? Menghitung setiap kalori dan menghindari makanan yang enak-enak? bukan. Maksudnya makanlah secara bervariasi berbagai makanan yang menyehatkan dan bergizi tinggi. Hindari garam yang berlebihan. Makanlah lemak lebih sedikit dan lebih banyak tepung gandum, buah-buahan, sayur-sayuran, dan produk susu rendah lemak.Apakah anda memakan buah dan sayur secara cukup? Sebagian besar orang belum melakukannya. Anjurannya adalah 8-10 porsi sehari dan sebenarnya dapat dilakukan lebih mudah dari yang anda bayangkan.&lt;br /&gt;Ada beberapa tips melakukannya:&lt;br /&gt;Minumlah segelas jus buah atau sayur 100% untuk sarapan pagi&lt;br /&gt;Tambahkan potongan pisang, blueberry, atau raspberry dalam sereal anda&lt;br /&gt;Makanlah seporsi kecil salad sebelum makan siang atau makan malam&lt;br /&gt;Tambahkan tomat atau salada dalam roti isi anda&lt;br /&gt;Makanlah semangkuk sayuran&lt;br /&gt;Makanlah buah atau sayur sebagai snack/cemilan, ganti daging dalam pasta anda dengan bayam atau terung&lt;br /&gt;Campurkan buah dalam yogurt favorit anda atau pakailah sebagai topping kue&lt;br /&gt;Ada tiga mineral yang perlu anda cermati dalam mengatur makanan anda, yaitu kalium, kalsium dan magnesium. Kalium bekerja untuk mengatur keseimbangan natrium di dalam sel. Sebagaimana diketahui, natrium terdapat dalam garam dapur. Terlalu banyak natrium akan menyebabkan kenaikan tekanan darah. Kalium banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan, gandum dan produk susu. Sedangkan kalsium dan magnesium yang terlalu sedikit akan menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi. Kalsium terdapat pada produk susu, sayuran hijau, ikan yang dapat dimakan tulangnya (misalnya ikan teri), dan makanan yang diperkaya kalsium. Sedangkan yang terakhir, magnesium banyak terdapat pada biji-bijian, kacang, sayuran hijau, dan gandum.&lt;br /&gt;Tidak perlu merasa sulit bila berbelanja. Ada beberapa tips yang dapat anda terapkan agar lebih sehat:&lt;br /&gt;Buatlah daftar belanja. Rencanakan apa yang kan anda masak selama seminggu dan bahan-bahan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Termasuk untuk sarapan dan cemilan. Masukkan banyak buah, sayuran, roti dan sereal dalam daftar tersebut.&lt;br /&gt;Beli makanan yang segar, karena anda dapat mengatur sendiri isinya, daripada membeli makanan siap saji. Selain itu rasa dan warnanya lebih baik.&lt;br /&gt;Jangan berbelanja bila perut lapar, karena anda akan tergoda dengan makanan-makanan yang kaya lemak dan garam.&lt;br /&gt;Bacalah label makanan bila ada. Hal ini penting untuk perbandingan dengan makanan yang sejenis dan berapa gizi yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;Merasa sulit memasak makanan yang sehat dan bergizi? Yang sulit adalah memulai kebiasaan baru yang sehat ini dan meninggalkan kebiasaan lama yang telah menjadi rutinitas. Cobalah masak dengan garam, minyak dan lemak yang lebih sedikit.&lt;br /&gt;Ada beberapa saran yang dapat anda coba:&lt;br /&gt;Untuk menyedapkan rasa tanpa menambah garam atau lemak, tambahkan bawang, rempah-rempah, merica, jahe, jeruk nipis atau jeruk limau, cuka, atau kecap yang rendah garam. Kurangi sepertiga jumlah daging di dalam sup atau roti, tambahkan sayuran, nasi atau pasta&lt;br /&gt;Ganti produk susu dengan jenis-jenis yang rendah lemak, misalnya susu rendah lemak, keju rendah lemak, dan sebagainya&lt;br /&gt;Ganti gula dalam resep dengan kayu manis, vanili, dan buah-buahan&lt;br /&gt;Pakailah peralatan masak yang anti lengket agar anda tidak perlu menambahkan lemak, atau pakailah minyak sayur atau Jagung&lt;br /&gt;Tumis bawang, jamur atau seledri dalam kaldu atau air, bukan mentega atau minyak&lt;br /&gt;Panggang atau rebus makanan anda, jangan digoreng setiap saat&lt;br /&gt;Masaklah ikan dalam bungkusan kertas perak agar rasa dan kandungannya terjaga.&lt;br /&gt;Kurangi makanan yang bersantan dan pilihlah sayur-sayuran segar.&lt;br /&gt;Bagaimana kalau anda ingin makan di luar sekali-sekali? Boleh saja. Makan sehat bukan berarti harus selalu makan di rumah. Makan di luar berarti variasi makanan bergizi tanpa harus memasaknya sendiri.Banyak restoran yang menyediakan pilihan makanan yang sehat. Beberapa dengan sengaja menyediakan khusus makanan-makanan sehat dalam satu bagian tersendiri. Bahkan bila tidak ada bagian khusus, anda berhak meminta masakan dengan sedikit garam dan lemak.&lt;br /&gt;Beberapa saran untuk menjaga diet makanan sehat anda:&lt;br /&gt;Pembuka&lt;br /&gt;Pilihlah sayuran, buah, atau ikan, misalnya sayuran mentah dipotong-potong, campuran buah segar atau koktil udang (pakailah air jeruk bukan saus koktil)&lt;br /&gt;SupSup dengan dasar kaldu atau tomat sering mengandung banyak natrium. Sup krim, puree, dan beberapa sup buah mengandung banyak krim dan kuning telur, sebaiknya anda hindari. Pilihlah salad atau buah.&lt;br /&gt;SaladMintalah salad selada atau bayam dan pisahkan sausnya. Salad Caesar dan Yunani memiliki kadar lemak, kolesterol, dan natrium yang tinggi. Begitu pula salad Chef karena jumlah keju, telur dan dagingnya yang banyak. Salad Taco juga kurang baik karena mengandung bahan-bahan yang tinggi lemak.&lt;br /&gt;RotiPilihlah roti tawar, gulung polos atau bagel. Makanlah tanpa tambahan apa-apa atau dengan sedikit madu atau selai. Muffin, roti bawang dan croissant mengandung banyak lemak. Biskuit crackers memiliki natrium yang tinggi.&lt;br /&gt;Hidangan tambahanPilihlah kentang panggang, rebus, sayuran rebus, nasi, atau buah segar. Hindari kentang goreng, keripik kentang, onion ring dan salad dengan mayones. Mintalah agar mentega atau margarin tidak digunakan dalam hidangan tersebut.&lt;br /&gt;Hidangan utamaPilih yang memiliki kandungan lemak rendah, misalnya dada ayam panggang atau ikan panggang lemon. Hindari yang tinggi lemak, misalnya ayam goreng, iga sapi panggang. Pilihlah pasta dengan saus merah atau saus kerang. Jangan memilih pasta dengan daging atau keju atau saus putih yang mengandung mentega atau telur.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Pilihlah buah-buahan segar atau kue buah yang polos, sorbet, atau sherbat.&lt;br /&gt;Di restoran Cina, hindari makanan yang digoreng dan porsi yang besar. Pilihlah yang berisi ayam atau makanan laut, atau lebih baik pilih makanan vegetarian. Mintalah sausnya dipisah dan tidak memakai kecap /MSG.&lt;br /&gt;Di restoran Italia, biasanya yang digunakan adalah pasta rendah lemak. Kuncinya adalah jangan ditambahkan saus yang tinggi lemak. Carilah hidangan dengan ikan atau ayam, misalnya udang marinara. Bila memilih pizza, mintalah agar dimasak dengan sedikit keju dan daging, tambahkan sayur-sayurannya.&lt;br /&gt;Di restoran Jepang, biasanya masakan Jepang berisi ikan nasi, dan sayuran. Jenis tersebut sangat bagus gizinya. Namun mungkin masakan ini tinggi garam. Jadi hindari kecap dan bumbu-bumbu yang tinggi garam. Tanyakan bagaimana cara memasaknya bila anda tidak yakin.&lt;br /&gt;Akhirnya, tidak usah bingung. Tidak semua makanan yang anda makan harus bernilai gizi tinggi dan serat tinggi. Sesekali memakan masakan tinggi lemak atau bergaram boleh-boleh saja. Tapi cobalah makan masakan yang sehat lebih sering. Dengan demikian perlahan-lahan hal ini akan menjadi kebiasaan, dan mudah-mudahan menjadi suatu kebiasaan sehat yang akan sulit ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diet Bagi Penderita Penyakit Ginjal&lt;br /&gt;Diet Rendah Protein untuk Penyakit Ginjal Kronik&lt;br /&gt;Selain faktor keturunan, diabetes, hipertensi, infeksi, batu ginjal, gaya hidup dan pola makan juga sangat berpengaruh kejadian penyakit ginjal kronik yang berakibat pada gagal ginjal. Agar kondisi ginjal tidak semakin parah, perlu dilakukan diet khusus bagi pederita penyakit ginjal kronik.Penyakit ginjal kronik (Chronic Kidney Disease) adalah keadaan dimana terjadi penurunan fungsi ginjal yang menahun disebabkan oleh berbagai penyakit ginjal. Penyakit ini bersifat progresif dan umumnya tidak dapat pulih kembali (irreversible). Gejalanya biasanya ditandai dengan menurunnya nafsu makan, mual, pusing, muntah, rasa lelah, sesak nafas, edema pada tangan dan kaki serta uremia. Apabila Tes Kliren Kreatinin (TKK) &lt;&gt; 5,5 mEq), oliguria atau anuria. Cairan dibatasi, yaitu sebanyak jumlah urin sehari ditambah pengeluaran melalui keringat dan pernafasan (± 500 ml)Vitamin cukup, bila perlu diberikan suplemen piridoksin, asam folat, vitamin C dan vitamin D.&lt;br /&gt;Diet Sesuai Berat BadanKebutuhan nutrisi tubuh sangat dipengaruhi dengan berat badan, karenanya diet diberikan disesuaikan dengan berat badan pasien. Berdasarkan Penuntun Diet yang disarankan oleh Instalasi Gizi Perjan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), jenis diet digolongkan menjadi tiga, yaitu diet rendah protein I: Asupan protein 30 g dan diberikan kepada pasien dengan berat badan 50 kg. Diet protein rendah II, asupan protein 35 g diberikan pasien dengan berat badan 60 kg. Diet protein rendah III, diberikan kepada pasien dengan berat badan 65 kg. Makanan diberikan dalam bentuk makanan cair atau lunak untuk meringankan organ pencernaan. Budi SutomoContoh Bahan Makanan Satu Hari&lt;br /&gt;Diet 30 g ProteinBeras 100 gTelur ayam 50 gdaging 50 gSayuran 100 gPapaya 200 gMinyak 35 gGula pasir 60 gSusu bubuk 10 gKue rendah protein seperti kue lapis, kue talam 150 gMadu 20 gAgar-agar 1 porsi&lt;br /&gt;Diet 35 g ProteinBeras 150 gTelur ayam 50 gDaging 50 gSayuran 150 gPapaya 200 gMinyak 40 gGula pasir 80 gSusu bubuk 15 gKue rendah protein 150 gMadu 20 gAgar-agar 1 porsi&lt;br /&gt;Diet 40 g ProteinBeras 150 gTelur ayam 50 gDaging 75 gSayuran 150 gPapaya 200 gMinyak 40 gGula pasir 100 gSusu bubuk 20 gKue kue rendah protein 150 gMadu 30 gAgar-agar 1 porsi&lt;br /&gt;DianjurkanNasi, bihun, jagung, kentang, makaroni, mi, tepung-tepungan, singkong, ubi, selai, madu, telur, daging ayam, daging, ikan, susu, minyak jagung, minyak sawit, semua sayuran dan buah kecuali yan mengandung kalium tinggi bagi penderita hiperkalemia tidak disarankanTidak DianjurkanKacang-kacangan dan hasil olahannya (tahu tempe), kelapa, santan, minyak kelapa, margarin, lemak hewan dan sayuran dan buah yang tinggi kalum.Untuk sayuran dan buah-buahan, menurut Triani Tresnawan, DCN.Mkes, staf Instalasi Gizi RSCM, sebaiknya dipilih yang kandungan kaliumnya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beirkut ini daftar sayuran rendah dan tinggi kalium&lt;br /&gt;Tinggi KaliumPisangTomatUbi jalarKelapa mudaNangkaBayamSawiDurianPetaiJantung pisangKentang&lt;br /&gt;Rendah Kalium TimunTaugeKolPareSemangkaNanasJambu airBelimbingPirJambu bijiDaun bawangLobak&lt;br /&gt;Menu Diet Rendah ProteinChicken PoridgeBahan:3 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air50 g daging ayam cincang40 g wortel, parut400 ml air1 siung bawang putih, haluskan½ sdm minyak jagung¼ sdt garam halus¼ sdt lada halusCara Membuat:Panaskan minyak jagung, tumis bawang putih hingga harum. masukkan daging ayam cincang, aduk hingga berubah warna.Tuang air, masak sampai mendidih. Tambahkan wortel, lada dan garam. Masak sambil terus di aduk hingga semua bahan matang. Angkat. Hidangkan.Untuk 1 PorsiKurang Lebih Nutrisi/Porsi:Protein: 8.8 gEnergi: 225.1 kkalLemak: 1.05 gKabohidrat: 47.6 g&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fruit JuiceBahan:60 g semangka, potong-potong60 g kiwi, kupas, potong-potong100 ml air jeruk manis1 sdm air jeruk nipis1 potong es batuCara Membuat:Masukkan potongan semangka, kiwi, air jeruk nipis, air jeruk manis dan potongan es batu ke dalam tabung blender. Haluskan hingga lembut.Tuang ke dalam gelas saji. Hidangkan.Untuk 1 PorsiKurang Lebih Nutrisi/Porsi:Protein: 0.8 gLemak: 0.6 gKarbohidrat: 11.2 gEnergi: 98 kkal&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" name="comments"&gt;&lt;/a&gt;DIET RENDAH KALIUM (POTASSIUM)&lt;br /&gt;Nilai normal untuk pasien hemodialisa: 3.5-5.0 mmol/L.Kalium adalah mineral yang ada dalam makanan. Kalium memiliki peran penting dalam aktivitas otot polos (terutama otot jantung) dan sel saraf.Ginjal normal akan membuang kelebihan kalium, namun untuk penderita ganguan ginjal, kemampuan tersebut menurun, sehingga dapat terjadi akumulasi/penimbunan kalium dalam darah.Adalah sangat berbahaya bila kadar kalium sangat tinggi atau sangat rendah.Kadar kalium yang sangat tinggi akan membuat otot melemah, mengganggu ritme jantung dan dapat menyebabkan kematian. Tingginya kalium dapat disebabkan oleh konsumsi makanan kaya kalium, demam, operasi dan pendarahan saluran cerna.Pasien hemodialisa cenderung tinggi kadar kaliumnya dibandingkan pasien CAPD.Batasi pemberian buah/sayuran menjadi 2 saji buahean dan 2 saji sayuran sehari. Pilih buah/sayur yang rendah kalium.MAKANAN YANG TINGGI KALIUMBuah: Alpukat, Pisang, Kurma, Orange, Apricot, Kismis, Prune, Anggur, Cherry, PeachSayuran: Jahe, Rebung, Jamur, Semua jenis kacang2an, Tomat, Kentang, Bayam, Sayuran hijau tua.MAKANAN YANG SEDANG KALIUMBuah: Lychee, Melon, Plum, Strawberry, Nanas, Juice Apel, Bit, Blackberry, Grapefruit, Peach, Pear, Kismis, Raspberry.Sayuran: Labu kuning, Wortel, Kembang kol, Kol, Seledri, Jagung manis, Lobak cina, Kacang pea, Asparagus, Brokoli, Terong, MAKANAN YANG RENDAH KALIUMBuah: Apel, Blueberry, Paprika, Kol, Timun, Nanas MAKANAN/MINUMAN LAIN YANG TINGGI KALIUM DAN HARUS DIHINDARI:Kopi, Saos tomat, Potato chips/keripik kentang, Milo, ovaltine, Coklat, Garam penggantiINGATLAH!:1. Selalu potong buah/sayur kecil2, rendam dalam air selama 2 jam sebelum dimasak. Rebus, buang airnya. Masak menjadi sup dll.2. Jangan kukus, microwave atau tumis. Biasakan rebus dalam air banyak, sehingga kalium terbuang.3. Makanan kaleng lebih rendah kaliumnya, namun selalu buang juicenya dan bilas.4. Hindari garam pengganti.MANAJEMEN KONSUMSI CAIRANNilai normal cairan: maks 1500 ml/sehariGinjal normal akan membuang kelebihan air sebagai urine/kencing. Penderita gangguan ginjal biasanya sedikit kencing, sehingga mereka membutuhkan dialisa untuk membuang kelebihan air. Kelebihan cairan akan menyebabkan:1. Tingginya tekanan darah.Tekanan darah tinggi akan membahayakan pembuluh darah, menimbulkan gejala pusing, pandangan kabur hingga stroke. Kelebihan cairan juga menyebabkan penegangan dan stress pada jantung, sehingga jantung menjadi besar/bengkak.Jantung yang membengkak akan menjadi lemah, sehingga penderita mengalami masalah jantung.2. Nafas terputus-putus.Kelebihan cairan akan memenuhi kantung udara pada paru-paru, menyebabkan berkurangnya ruang untuk oksigen dan pasien akan mengeluh sulit bernafas, terutama ketika berbaring.3. Kelopak mata, kaki atau ankle membengkak4. Perut membesarTIPS UNTUK MENGATUR ASUPAN CAIRAN1. Hitung semua cairan yg masuk, seperti es batu, kuah sup, pudding, es krim dll2. Sangat penting menghitung semua cairan masuk secara akurat. Coba mengukurnya dalam satu teko untuk konsumsi sehari.3. Hindari makanan asin, seperti burger, sosis, ikan asin, telur asin, keju dll, karena menyebabkan haus.4. Hindari pemakaian garam, saus tomat dll.5. Beri bawang dan rempah2 lain untuk esktra rasa pengganti garam.6. Hindari makanan kaleng yg mengandung tinggi garam.7. Daripada sekali minum dlm jumlah banyak, bagilah menjadi beberapa kali minum sedikit2. Gunakan cup/gelas kecil.8. Es batu lebih menghilangkan haus daripada air. Akan sangat baik bila bisa disiapkan 100 ml air yang dibuat menjadi es batu utk konsumsi sehari.9. Konsumsi obat dengan makanan, bukan minuman. 10. Jika mulut kering, cobalah kumur2, jangan menelan air. Alternatif lainnya adalah menghisap satu slice lemon segar yang akan merangsang keluarnya air liur.11. Bila permen menjadi pilihan utk menghilangkan haus, cobalah sugar-free sweets (permen untuk pasien diabetic), bila anda penderita diabetes.12. Gunakan sedotan untuk minum. Beri lemon juice sedikit ke air.13. Sibukkan diri anda, sehingga tidak selalu berpikir untuk minum.14. Sikatlah gigi dengan rajin, sehingga mulut dan tenggorokan segar.15. Selisih berat badan antar hemodialisa tidak boleh lebih dari 1.5 – 2 kg.16. Volume cairan per saji:Satu cangkir teh penuh: 200 mlSatu cup es krim: 60 mlSatu mug kopi: 300 mlSatu gelas penuh: 200 mlSatu buah es batu: 30 mlSatu sendok makan penuh: 15 ml.DIET RENDAH PHOSPHATNilai normal phosphor: 0.85-1.45 mmol/LPhosphor adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tulang. Jika ginjal tidak berfungsi baik, kelebihan phosphor tidak bisa dibuang. Kadar phosphor yang tinggi dapat menurunkan kadar kalsium di tulang, melepaskannya ke darah, sehingga kadar kalsium dalam darah meningkat. Ini akan menyebabkan tulang rapuh, gatal2, tulang nyeri dan mata merah.TIPS UNTUK DIET PHOSPHOR:1. Hindari makanan tinggi phosphor2. Konsumsi obat pengikat phosphor/phosphate binder, Seperti kalsium karbonat (CaCO3) dan Aluminium hidroksida.Obat ini HARUS dikonsumsi bersama MAKANAN, kalau tidak, tidak akan efektif!.MAKANAN TINGGI PHOSPHOR:Produk susu: Susu, Keju, Yoghurt, Es krim.Produk sereal: Oatmeal, Coklat, Waffle, Roti gandum.Sayuran: Kacang2an, Biji bunga matahari, Kedelai, Daging, Ikan dan telur: Hati, Seafood (udang, kepiting), Kuning Telur, Sarden, Ikan Bilis.MINUMAN TINGGI PHOSPHOR:Coklat, Milo, Ovaltine INGATLAH!:1. Hindari atau kurangi makanan tinggi phosphor.2. Selalu konsumsi obat pengikat phosphor (sep kalsium karbonat) dengan MAKANAN!. Konsumsilah dengan teratur dan rutin.TEST DARAH UNTUK PASIEN HEMODIALISA1. Albumin (3.5 – 5 g/dL)2. BUN (&lt;&gt; 20 mcg/L)7. HbA1c (Glycated Hb): refleksi dari kadar rata2 gula darah selama 2-3 bln (&lt;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-8655496698942165348?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/8655496698942165348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/02/sharing-dari-pengalaman-merawat-pasien.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/8655496698942165348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/8655496698942165348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/02/sharing-dari-pengalaman-merawat-pasien.html' title='SHARING DARI PENGALAMAN MERAWAT PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-6903244952384251582</id><published>2009-01-30T02:55:00.001-08:00</published><updated>2009-01-30T04:58:32.202-08:00</updated><title type='text'>INFO TERKINI : Robot Hamil untuk Latihan Persalinan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLwxSv0cII/AAAAAAAAACo/I1kK6k4k8w8/s1600-h/robot-c-sectrion.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297060841377788034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 304px; CURSOR: hand; HEIGHT: 194px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLwxSv0cII/AAAAAAAAACo/I1kK6k4k8w8/s320/robot-c-sectrion.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLwxT92lmI/AAAAAAAAACg/hemr-1Sj4MU/s1600-h/pregnantrobot_zoom.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297060841705084514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 301px; CURSOR: hand; HEIGHT: 209px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLwxT92lmI/AAAAAAAAACg/hemr-1Sj4MU/s320/pregnantrobot_zoom.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLwxSyUKpI/AAAAAAAAACY/DJ0YM5-9cG8/s1600-h/bayi+noelle.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297060841388255890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 260px; CURSOR: hand; HEIGHT: 195px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLwxSyUKpI/AAAAAAAAACY/DJ0YM5-9cG8/s320/bayi+noelle.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLiRckkdBI/AAAAAAAAACQ/63PdKRSTwFc/s1600-h/robot_hamil.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297044901096354834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 321px; CURSOR: hand; HEIGHT: 216px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLiRckkdBI/AAAAAAAAACQ/63PdKRSTwFc/s320/robot_hamil.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLiRGPcLDI/AAAAAAAAACI/Bhux0hgknqg/s1600-h/pregnan+robot.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297044895102151730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 263px; CURSOR: hand; HEIGHT: 198px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLiRGPcLDI/AAAAAAAAACI/Bhux0hgknqg/s320/pregnan+robot.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLiRN_gQ9I/AAAAAAAAACA/fExWAPZIEqk/s1600-h/noelle.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297044897182794706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLiRN_gQ9I/AAAAAAAAACA/fExWAPZIEqk/s320/noelle.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLiQ3eCytI/AAAAAAAAAB4/XseSeG96-ZM/s1600-h/manual+noelle.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297044891136871122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 286px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLiQ3eCytI/AAAAAAAAAB4/XseSeG96-ZM/s320/manual+noelle.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLdV2zRvqI/AAAAAAAAABw/QEPzLAKFX6U/s1600-h/robot_hamil.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297039479298703010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 216px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLdV2zRvqI/AAAAAAAAABw/QEPzLAKFX6U/s320/robot_hamil.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Robot Hamil untuk Latihan Persalinan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Info terbaru yang diperoleh dari pertemuan rutin institusi kesehatan bulan desember kemarin, bahwa nantinya jumlah target pertolongan perslinan di pendidikan AKADEMI KEBIDANAN tidak lagi sejumlah 50 pertolongan persalinan mandiri melainkan akan di minimalkan, dengan alasan bahwa manusia hidup, khususnya ibu yang sedang dalam masa inpartu adalah bukan bahan percobaan untuk mahasiswa. Jadi sekarang akan dikembangkan robot hamil yang nantinya akan membantu mahasiswa atau siswa bidan, perawat, kedokteran melakkan latihan pertolongan persalinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Cara baru untuk melatih kemampuannya membantu proses persalinan ini tanpa risiko, mereka bisa bebas berlatih mengeluarkan bayi dari kandungan menggunakan sebuah robot peraga.&lt;br /&gt;Robot yang diberi nama Noelle ini memodelkan seorang ibu hamil dan bayi yang ada di dalam kandungannya. Robot juga bisa mengeluarkan respon,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Dengan alat simulasi latihan ini, kita dapat melakukan tidak hanya persalinan normal, tapi juga kelahiran yang lebih rumit seperti kelahiran sungsang atau melalui operasi caesar,"mahasiswanya kini dapat berlatih dengan situasi yang mirip kelahiran sebenarnya menggunakan manekin ini.&lt;br /&gt;Robot bayi yang ada di dalam kandungan manekin dilengkapi lampu di pipi dan tangannya. Apabila lampu berwarna biru menunjukkan proses kelahiran tidak aman sehingga bayi terancam dan jika menyala berwarna merah muda berarti kelahiran sukses.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Noelle, adalah robot hamil yang mirip wanita hamil sesungguhnya.&lt;br /&gt;Permintaan akan robot mannequin full-sized dan pirang ini meningkat karena beberapa metode persalinan lama mulai ditinggalkan. Bagi mahasiswa kedokteran, untuk mempelajari metode baru tentu lebih baik membuat kesalahan pada robot senilai US$ 20 ribu ketimbang pada wanita sesungguhnya.&lt;br /&gt;Institute of Medicie, National Academy of Sciences memperkirakan sebanyak 98 ribu pasien di Amerika meninggal tiap tahunnya akibat kesalahan medis yang sebenarnya bisa dicegah.&lt;br /&gt;Noelle, yang dibuat oleh perusahaan yang berbasis di Miami, Gaumard Scientific Co. Inc ini harganya berkisar dari US$3.200 untuk model standar hingga US$20 ribu yang cocok untuk simulasi kelahiran.&lt;br /&gt;Robot ini dapat diprogram untuk berbagai komplikasi dan dilasi cervix. Selama beberapa jam berbagai tindakan dapat dilakukan terhadap Noelle, lalu melahirkan bayi atau mengalami kelahiran yang tidak diharapkan dalam waktu sekejap.&lt;br /&gt;Bayi yang dilahirkannya berupa bayi plastik yang dapat berubah warna, dari bayi sehat berwarna merah muda hingga 'bayi' yang meninggal kebiruan akibat kekurangan oksigen.&lt;br /&gt;Noelle maupun bayi mannequin ini dihubungkan ke sebuah monitor computer untuk memantau tanda-tanda vital.&lt;br /&gt;Noelle juga dapat memiliki denyut jantung yang nyata, dapat mengeluarkan urin dan bernafas. Jika ia mengalami pendarahan, akan ada sejumlah darah seperti layaknya jika terjadi kelainan saat persalinan.&lt;br /&gt;Menggunakan robot ini merupakan cara yang efektif untuk mempelajari bagaimana menangani pasien tanpa harus membahayakan pasien sesungguhnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini jauh lebih membantu latihan persalinan daripada hanya membaca dari buku atau kuliah sebelum mencoba pertama kalinya langsung kepada pasien. Setiap kali seorang mahasiswa berlatih, mahasiswa lainnya ikut berkerumum di sekelilingnya untuk mengamati aman tidaknya persalinan dengan melihat perubahan pada sensor-sensornya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Noelle yang dikembangkan Gaumard Scientific Co. yang berpusat di Miami, AS tersedia dengan harga 20 ribu dollar AS. Robot ini hanya dibuat 2.000 buah dan telah terjual sekitar 400 unit di AS. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Sumber: reuters)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;nah, kabar baiknya.., Poltekes kebidanan di Indonesia akan diberikan sumbangan robot ini dari WHO, jadi mereka akan mulai menerapkan latihan persalinan dengan menggunakan&lt;/span&gt; robot ini, jadi mahasiswa akan dikatakan layak terjun menolong persalinan secara nyata kalau dia sudah mahir menolong persalinan deangan robot ini, tapi kalau belum mahir mereka tidak akan diijinkan untuk melakukan pertolongan pasien secara nyata, dan untuk pengalaman secara nyata, mahasiswa tidak lagi diwajibkan melakukan target pertolongan persalinan dalam jumlah banyak tapi cukup beberapa kali. Diharapkan nantinya mereka akan terlatih sendiri saat berkali-kali menolong persalinan mandiri secara nayata pada saat dia sudah menjadi bidan atau bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berita buruknya, intitusi kebidanan swasta yang ingin mengembangkan kualitas siswanya harus merogoh kocek dalam untuk memiliki robot ini. Tantangannya MAMPUKAH MEREKA ???&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;mudah-mudahan...... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-6903244952384251582?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/6903244952384251582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/info-terkini-robot-hamil-untuk-latihan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/6903244952384251582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/6903244952384251582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/info-terkini-robot-hamil-untuk-latihan.html' title='INFO TERKINI : Robot Hamil untuk Latihan Persalinan'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SYLwxSv0cII/AAAAAAAAACo/I1kK6k4k8w8/s72-c/robot-c-sectrion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-1278782289092309268</id><published>2009-01-19T01:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T03:01:52.168-08:00</updated><title type='text'>Praktik Kebidanan Komunitas AKBID NU ke 4</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Tanggal 19- 31 Januari 2009 mahasiswa AKBID NU Tuban, melaksanakan PKK selama 2 minggu terhitung sejak hari ini, Senin, tanggal 19 Januari 2009 bertempat di Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Walau masih di Tuban juga, manun perjalanan ke tempat PKL membutuhkan kurang lebih 1 jam an perjalanan, kalau lancar, karena kecematan Jatirogo lebih dekat dengan wilayah Kabupaten Bojonegoro dibanding Tuban Kota, jadi kalau ada kasus-kasus KIA yang memerlukan rujukan ke RS, mereka lebih memilih merujuk ke RS di wilayah Bojonegoro.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Jatirogo adalah sebuah &lt;/span&gt;&lt;a title="Kecamatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecamatan"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;kecamatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a title="Kabupaten Tuban" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tuban"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Kabupaten Tuban&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Provinsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Provinsi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Ibukotanya terletak di &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Wotsogo, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wotsogo,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Wotsogo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;.&lt;br /&gt;Jatirogo terletak di tengah hutan, dengan batas-batas wilayah:&lt;br /&gt;Sebelah utara kecamatan &lt;/span&gt;&lt;a title="Bancar, Tuban" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bancar,_Tuban"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Bancar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;,&lt;br /&gt;sebelah timur kecamatan &lt;/span&gt;&lt;a title="Bangilan, Tuban" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangilan,_Tuban"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Bangilan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;,&lt;br /&gt;sebelah selatan kecamatan &lt;/span&gt;&lt;a title="Jepon, Blora" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepon,_Blora"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Jepon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Kabupaten Blora" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Blora"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Kabupaten Blora&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;, dan&lt;br /&gt;sebelah barat kecamatan &lt;/span&gt;&lt;a title="Sale, Rembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sale,_Rembang"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Sale&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Kabupaten Rembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Rembang"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Kabupaten Rembang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Pemerintahan&lt;br /&gt;Kecamatan Jatirogo terdiri dari 16 desa yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Bader, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bader,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Bader&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; ,&lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Besowo, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Besowo,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Besowo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Demit, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demit,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Demit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Dingil, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dingil,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Dingil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jatiklabang, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jatiklabang,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Jatiklabang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Jombok, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jombok,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Jombok&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Karangtengah, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karangtengah,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Karangtengah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Kebonharjo, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebonharjo,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Kebonharjo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Kedungmakam, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kedungmakam,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Kedungmakam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Paseyan, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paseyan,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Paseyan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Ngepon, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ngepon,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Ngepon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Sadang, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sadang,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Sadang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Sekaran, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sekaran,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Sekaran&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Sidomulyo, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sidomulyo,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Sidomulyo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Sugihan, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sugihan,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Sugihan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Wangi, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wangi,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Wangi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a class="new" title="Wotsogo, Jatirogo, Tuban (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wotsogo,_Jatirogo,_Tuban&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Wotsogo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;untuk PKL kami hanya memakai wilayah kerja Puskesmas Jatirogo saja, jadi hanya 9 desa, kecamatan Jatirogo memiliki 2 wilayah kerja puskesmas, satu wilayah kerja dr. Kuno Wibowo yang kami tempati dengan 9 desa ( Wotsogo, Sugihan, Sidomulyo, Demit, Dingil, jatiklabang, Sadang, Kedung makam, Sekaran ) dan satunya wilayah kerja dr.Susi dengan 7 desa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;kebetulan saya dapat tim kerha dengan Ibu. Eva Silviana R, SST dan Pak Kusno ferianto, SKp.Ns dengan wilayah bimbingan 3 desa yang masih di kotanya, Wotsogo dengan bidan Suwartik, Sugihan dengan bidan Elis ernawati, dan Sidomulyo dengan bidan Endang, dari ke tiganya sidomulyo yang paling masuk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;tadi pagi kami sudah mengantarkan mahasiswa PKL berangkat dari tuban jam 06.30, kami kumpul jam 06.00 karena rencananya akan diterima ibu camat Nur janah, SH.MM untuk acara serah terima dan pembukaan pukul 8, karena diperjalanan ada saja hambatannya kami baru tiba di kecamatan sekitar 8.25 an, itupun undangan dari kepala desa belum ada yang hadir, di Tuban pada umumnya masih menyebut kepala desa desa dengan sebutan pak Inggi atau singkatan dari petinggi. lumayan lama juga kami menunggu, karena pak sekcam tidak memulai acara sebelum pak inggi dan bu inggi datang ( bu inggi ? ) ya rupanya ada beberapa desa yang kepala desanya perempuan termasuk camatnya juga perempuan, bupatinya juga perempuan. Memang sesuai dengan cita-cita Kartini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;Ahirnya acara dimulai, dan dibuka secara resmi oleh ibu canat jatirigo ibu nur janah, tentu saja dengan ceremony pembukaan dan sambutan-sambutan yang intinya PKL AKBID NU TUBAN punya tujuan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Pendidikan Diploma III Kebidanan diarahkan untuk mendidik mahasiswa agar menghasilkan tenaga ahli madya kebidanan sebagai tenaga professional yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berjiwa Pancasila, berperiakal, berperirasa, berperilaku, kreatif, dinamis, inovatif, memiliki integritas dan kepribadian tinggi, terbuka dan tanggap terhadap seni dari berbagai masalah di masyarakat khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan ibu dan anak.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal tersebut maka dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 telah dispakati bahwa salah satu pendekatan pada pokok program adalah untuk menurunkan angka kematian Ibu dan Anak dengan melibatkan peran serta masyarakat sehingga upaya Safe Motherhood dapat dilaksanakan secara optimal.&lt;br /&gt;Adapun kegiatan pembelajaran selain mahasiswa belajar dikelas secara teori, praktek dilaboratorium, seminar ataupun pembahasan lain baik secara individu, kelompok ataupun praktek di rumah sakit, puskesmas, dan di BPS-BPS lain yang terkait dengan program, khususnya kesehatan Ibu dan Anak.&lt;br /&gt;Dengan demikian maka setiap mahasiswa pada akhir pendidikan selain mempraktikan teori yang sudah didapat/ diberikan kesempatan untuk menimba pengalaman secara langsung dalam pelaksanaan praktik Kebidanan Komunitas dengan menggunakan pendekatan Problem Solving / pemecahan masalah serta Managemen kebidanan pada khususnya.&lt;br /&gt;Peran bidan dalam kesehatan masyarakat adalah memberikan pelayanan Kebidanan kepada individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dasar manusia. Disamping itu bidan juga dapat menolong dalam partisipasi masyarakat, serta mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat. Fungsi bidan dalam masyarakat adalah bertugas dalam team kesehatan. Oleh karena itu peranan bidan harus menyesuaikan dengan kepercayaan dan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;Bidan merupakan salah satu tenaga yang saat ini diharapkan mampu melaksanakan tugas-tugas tehnis kebidanan dalam menangani semua permasalahan secara mandiri sesuai dengan kewenangan, maka Akademi Kebidanan Nahdlatul Ulama Tuban selaku penyelenggara pendidikan mengupayakan pengalaman praktik kebidanan secara langsung di lapangan baik di Rumah Sakit, Puskesmas, Posyandu, Polindes maupun di masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan Umum&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setelah mahasiswa melaksankan kegiatan Praktik Kebidanan Komunitas dalam rangka pengabdian masyarakat selama 2 minggu diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja nyata tentang peran, fungsi dan tugas bidan didesa serat dapat mengembangakan sikap etis, nasional dan professional dalam melaksanakan praktek kebidanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Khusus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah peserta didik melaksanakan kegiatan Praktik Kebidanan Komunitas selama 2 minggu, diharapkan mahasiswa mampu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Mempelajari gambaran umum/situasi wilayah dan program serta masalah kesehatan yang ada diwilayah kerja Puskesmas &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Berpartisipasi dalam melaksanakan manajemen kebidanan terhadap program-program diwilayah kerja Puskesmas/masyarakat dengan prioritas 9 (sembilan) sasaran kesejahteraan ibu dan anak, serta kegiatan peningkatan safe motherhood&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Melaksanakan pelayanan kesehatan / asuhan kebidanan pada pra nikah, kehamilan, persalinan, nifas, meneteki dan KB serta kelompok lain yang ada diwilayah kerja puskesmas/institusi kesehatan lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus resiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama pada keadaan gawat darurat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Melaksanakan asuhan kebidanan / kesehatan pada bayi baru lahir, balita dan usia sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Menerapkan konsep komunikasi, konsultasi, dan motivasi dalam melaksanakan asuhan kebidanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Menerapkan kerjasama dalam tim lintas program dan lintas sektoral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Meningkatkan kerjasama dengan dukun bayi dalam rangka menggerakan serta membina potensi dan peran serta masyarakat ( kader, dasa wisma, dukun bayi, dan kelompok lain yang ada ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Mendapatkan keterampilan yang belum didapatkan selama melaksanakan praktik Kebidanan komunitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;strong&gt;Dasar Pemilihan Lahan Praktik Kebidanan Komunitas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dasar pemilihan lahan / tempat prkatik kebidanan komunitas adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Berada dalam wilayan kerja Puskesmas, dan melaksanakan upaya Safe Motherhood&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Karakteristik wilayah tidak terlalu kompleks ditinjau dari masalah kesehatan, sosial ekonomi, pendidikan dan keamanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Mempunyai potensi atau organisasi masyarakat atau sosial seperti : PKK, Karang taruna, Kader, KP KIA dan KP ASI serta GSI dan lain-lain &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Kondisi masyarakat dapat menerima mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Desa mempunyai polindes atau bidan yang ditugaskan di desa tersebut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Ada sejumlah kasus nyata yang memadai atau potensial yang berhubungan dengan permasalahan kesehatan ibu dan anak serta Keluarga Berencana &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;PENERAPAN MANAJEMEN KEBIDANAN DI MASYARAKAT&lt;br /&gt;1. Pengumpulan data&lt;br /&gt;2. Identifikasi masaalah&lt;br /&gt;3. Antisipasi masalah potensial&lt;br /&gt;4. Identifikasi kebutuhan segera&lt;br /&gt;5. Mengembangkan rencana&lt;br /&gt;6. Implementasi&lt;br /&gt;7. Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI ( INDIKATOR KEBERHASILAN)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Membuat laporan tentang masalah-masalah kesehatan komunitas ( Asuhan Kebidanan ) kepada keluarga dan masyarakat&lt;br /&gt;b. Adanya kegiatan dengan masyarakat ( Memberikan penyuluhan / pendidikan kesehatan).&lt;br /&gt;c. Adanya laporan hasil pemantauan kesehatan ibu dan anak dengan PWS KIA termasuk pengawasan kehamilan, pertolongan persalinan, Keluarga Berencana ( KB) dan tumbuh kembang bayi, anak dan balita di masyarakat.&lt;br /&gt;d.Membuat laporan tentang kegiatan – kegiatan yang dilakukan di Puskesmas, posyandu dan polindes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktu Kegiatan Praktik Kebidanan Komunitas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dilaksanakan selama 2 (dua) minggu , terhitung mulai tanggal 19- 31 januari 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;strong&gt;Pembiayaan / Pendanaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebagai motor dalam kegiatan praktik adalah dari :&lt;br /&gt;- Anggaran rutin AKBID NU Tuban yang sudah ditetapkan&lt;br /&gt;- Swadana Mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah-langkah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Persiapan dikelas (sekolah) :&lt;br /&gt;Penyusunan proposal praktik&lt;br /&gt;Evaluasi pengkajian kemampuan dan keterampilan mahasiswa, khususnya yang belum diperoleh pada saat melaksanakan praktik Kebidanan Komunitas.&lt;br /&gt;Mahasiswa dibagi menjadi 7 ( Tujuh ) kelompok, dibagi sesuai jumlah desa binaan.&lt;br /&gt;Masing – masing mahasiswa dalam kelompok ditempatkan dalam desa-desa yang berdekatan dengan pembagian :&lt;br /&gt;a. 1 – 2 Orang di Puskesmas, baik didalam gedung maupun diluar gedung puskesmas&lt;br /&gt;b. 2 Orang di Polindes dan di masyarakat ( Perangkat desa,Kader,Dasawisma dan ke kelompok yang ada&lt;br /&gt;c. 2 – 3 Orang mengadakan kunjungan rumah dalam rangka mengkaji atau mengumpulkan data yang berkaitan dengan sasaran KIA-KB (pra nikah, hamil, nifas, meneteki) dengan prioritas 9 sasaran KIA serta safe motherhood&lt;br /&gt;Hal tersebut dilakukan secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;strong&gt;Kegiatan Pembelajaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Mahasiswa dilapangan / masyarakat selama 2 (dua) minggu&lt;br /&gt;Kegiatan meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu I ( Hari Ke 1 – 4 )&lt;br /&gt;Mengidentifikasi dan mempelajari gambaran umum situasi wilayah dan program, serta masalah kesehatan yang ada di wilayah kerja puskesmas dengan melalui :&lt;br /&gt;1. Pertemuan, orientasi dan mengamati lapangan ( Puskesmas dan wilayah kerjanya)&lt;br /&gt;2. Perkenalan dengan staf puskesmas, pemuka masyarakat dan perangkat desa.&lt;br /&gt;3. Mengadakan wawancara dalam rangka klarifikasi data / informasi dengan petugas puskesmas, perangkat desa dan pemuka masyarakat serta kelompok yang ada dimasyarakat ( ibu- ibu PKK , kader, karang taruna dan kelompok lain ).&lt;br /&gt;4. Mempelajari data sekunder baik yang ada di puskesmas Induk , Puskesmas pembantu , polindes, maupun dikeluarga / masyarakat.&lt;br /&gt;5. Melakukan pengkajian (data sekunder) tentang program puskesmas, melakukan pengkajian data kepada sasaran KIA-KB ( Pada Pra Nikah, Hamil, Nifas, Meneteki, KB dengan prioritas 9 SKA )&lt;br /&gt;6. Mengolah data sebagai hasil dari pengkajian yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;7. Menganalisa dan merumuskan permasalahan yang berkaitan dengan program puskesmas.&lt;br /&gt;8. Berpartisipasi dalam melaksanakan program serta upaya kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas baik di dalam maupun di luar gedung puskesmas.&lt;br /&gt;9. Mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan kesehatan keluarga dengan menggunakan Asuhan Kebidanan Komunitas yang berkaitan dengan sasaran KIA-KB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu II ( hari ke 5 – 12 )&lt;br /&gt;1. Bersama masyarakat menyusun rencana pemecahan masalah yang ditemukan.&lt;br /&gt;2. Mendorong / memotivasi masyarakat dalam rangka melaksanakan pemecahan masalah dalam bentuk lokakarya ( musyawarah masyarakat desa / MMD )&lt;br /&gt;3. Melaksanakan kegiatan / intervensi dalam rangka memberikan Asuhan Kebidanan Komuniti sesuai dengan rencana pemecahan yang telah disepakati.&lt;br /&gt;4. Mengadakan evaluasi terhadap seluruh intervensi kegiatan / Asuhan Kebidanan&lt;br /&gt;5. Mengidentifikasi hal – hal yang menunjang / menghambat pada pelaksanaan Asuhan Kebidanan.&lt;br /&gt;6. Membuat / menyusun laporan kegiatan sebagai hasil melaksanakan Asuhan Kebidanan terhadap individu, kelompok, dan masyarakat. ( Sebagai bahan presentasi )&lt;br /&gt;Mempertanggungjawabkan atas semua kegiatan / Asuhan Kebidanan kepada Kepala Puskesmas dan Institusi dengan membuat laporan kegiatan selama di Puskesmas , posyandu dan Polindes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Kegiatan dapat dilihat pada lampiran )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.8.2 Kegiatan Pembimbing :&lt;br /&gt;1. Membimbing mahasiswa pada waktu melaksanakan Praktik Asuhan Kebidanan Komunitas dengan memberikan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;2. Menanggapi dan membantu mahasiwa dalam mengatasi masalahnya.&lt;br /&gt;3. Menanggapi setiap pertanyaan dan permintaan bantuan mahasiswa&lt;br /&gt;4. Memberikan umpan balik terhadap penampilan atau perilaku mahasiswa&lt;br /&gt;5. Mendorong mahasiswa untuk berdisiplin dan mentaati tata tertib di lahan / tempat praktik.&lt;br /&gt;6. Memeriksa / mengoreksi konsep laporan dan konsep POA&lt;br /&gt;7. Tabulasi Kuisioner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.9 Evaluasi dan Pelaporan&lt;br /&gt;1.9.1 Evaluasi&lt;br /&gt;Evaluasi terhadap presentasi yang dicapai mahasiswa dilaksanakan oleh pembimbing praktek (CI) , Kepala puskesmas, pihak- pihak terkait atas kemampuan yang dicapai mahasiswa.&lt;br /&gt;Evaluasi kegiatan Praktik Kebidanan Komunitas diharapkan pada 5 aspek yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENILAIAN PADA PROSES KEGIATAN MELIPUTI :&lt;br /&gt;a). Aspek Pengetahuan dengan Bobot 1 ( Satu)&lt;br /&gt;Penilaian didapatkan baik secara lisan maupun tertulis pada waktu dilakukan responsi pre test dan post test.&lt;br /&gt;b). Aspek Ketrampilan dengan Bobot 2 ( Dua)&lt;br /&gt;Penilaian meliputi : komunikasi, pelaksanaan prosedur ketrampilan ( persiapan , pelaksanaan, pengemasan )&lt;br /&gt;c). Aspek Sikap dengan Bobot 1 ( Satu)&lt;br /&gt;Penilaian pada proses kegiatan meliputi :&lt;br /&gt;· Tanggung jawab&lt;br /&gt;· Inisiatif&lt;br /&gt;· Kejujuran dan ketelitian&lt;br /&gt;· Kedisiplinan&lt;br /&gt;· Keaktifan&lt;br /&gt;d). Penilaian Kegiatan Presentasi Penyuluhan / Pendidikan Kesehatan dengan Bobot 1 (Satu)&lt;br /&gt;· Penguasaan materi&lt;br /&gt;· Kerja sama&lt;br /&gt;· Keaktifan&lt;br /&gt;e). Aspek dalam Penyusunan Laporan dengan bobot 2 ( dua)&lt;br /&gt;· Ketepatan waktu&lt;br /&gt;· Isi laporan&lt;br /&gt;· Redaksi laporan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK FOTO - FOTO MENYUSUL YA BELUM SEMPAT TRANFER KE KOMPUTER&lt;&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-1278782289092309268?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/1278782289092309268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/praktik-kebidanan-komunitas-akbid-nu-ke.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/1278782289092309268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/1278782289092309268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/praktik-kebidanan-komunitas-akbid-nu-ke.html' title='Praktik Kebidanan Komunitas AKBID NU ke 4'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-3452693691883801020</id><published>2009-01-17T18:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T19:16:31.301-08:00</updated><title type='text'>JUDUL KTI DIII KEBIDANAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SXKU8mvAHkI/AAAAAAAAABY/tC1nE0tcSNs/s1600-h/logo+stikes+new+08+warna.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292456281024503362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 315px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SXKU8mvAHkI/AAAAAAAAABY/tC1nE0tcSNs/s320/logo+stikes+new+08+warna.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari pengalaman hampir 5 Tahun menjadi pembimbing KTI ( Karya Tulis Ilmiah ) atau pembuatan tugas akhir , atau research pada Pendidikan DIII Kesehatan , baik Kebidanan maupun Keperawatan dan yang sederajat, umumnya saat awal pembuatan, mahasiswa lebih terfokuskan pada pembuatan judul yang mereka anggap menarik, tanpa mempertimbangkan ada atau tidaknya problem researh, kesenjangan yang layak diteliti maupun masalah dalam penelitian. mereka mengawalinya dengan membuat judul. padahal ini adalah langkah yang keliru, walaupun sah-sah saja dilakukan, sehingga saat pembuatan BAB I PENDAHULUAN, umumnya mereka kesulitan membuat latar belakang yang harus memuat 4 unsur MSKS ( masalah/fakta, skala data, kronologis / justifikasi dan solusi ). Berdasarkan yang selama ini saya temukan, umumnya mereka membuat judul sesuai keinginan, lantas masalahnya disesuaikan atau diada-adakan. padahal research ini bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji  kebenaran suatu pengetahuan, dan usaha ini dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Mahasiswa pembuat KTI banyak membuat tulisannya menjadi tidak ilmiah lagi dikarenakan isinya hanya mengemukakan ilmu ( teori dan Fakta ) pengetahuan saja, yang sudah lama diketahui secara umum dan ditulis berulangkali di berbagai buku pelajaran, tetapi tidak memberikan pengertian yang lebih mendalam seperti mengapa sampai begitu ataupun bagaimana duduk perkaranya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maksud dari ilmiah disini adalah dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan landasan teori dan bisa dipertanggungjawabkan secara obyektif. Obyektifnya bukan berarti absolut&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;karena kebanyakan mahasiswa kebingungan juga membuat atau menyesuaikan juduk KTI , mungkin referensi dari internet ini bisa membantu :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disini saya akan memberikan bantuan kepada seluruh mahasiswa Akademi Kebidanan yang kesulitan dalam mengerjakan tugas akhir (KTI). Saya akan memberikan berbagai contoh KTI mulai dari halaman depan sampai dengan daftar pustaka dan lampiran-lampirannya. Bila ada yang berminat silahkan email permohonan anda ke hasanfatoni@rocketmail.com atau call hp. 085669643900 Berikut adalah contoh-contoh judul nya. Untuk isi dalamnya silahkan hubungi email atau hp di atas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI HEPATITIS B DI POSYANDU ............ TAHUN 2004 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;TINJAUAN PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM DI RUANG ANAK RUMAH SAKIT UMUM ..................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN TENTANG PAPSMEAR DI USKESMAS .................. KECAMATAN ....................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST PARTUM DENGAN TINDAKAN OPERASI SEKSIO SESAREA TERHADAP PENGELUARAN LOCHEA DAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA OPERASI DI RSU. ........................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;TINJAUAN EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI PADA AKSEPTOR KB PIL DI ...............................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI VASEKTOMI DI LINGKUNGAN II KELURAHAN ............... KECAMATAN ................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGGANTI AIR SUSU IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ........................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS PELAKSANA PENANGANAN PENDERITA NAPZA TENTANG PENATALAKSANAAN NAPZA DI PANTI REHABILITASI ............... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;DETERMINAN PEMBERIAN KONSUMSI BUAH SEGAR PADA BALITA DI POSYANDU ......................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KECEMASAN PASANGAN SUAMI ISTRI DENGAN INFERTIL PRIMER DI RUMAH BERSALIN .......................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI NIFAS DI RUANG KEBIDANAN RSU . ........................ TAHUN .............&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP AKSEPTOR KB PIL TENTANG EFEK SAMPING PIL ORAL KOMBINASI (POK) DI KELURAHAN ...................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DEPOPROVERA DI ........................ KECAMATAN ..................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PERSYARATAN MINIMAL FASILITAS PELAYANAN AKDR DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS ..................... KECAMATAN ...................... KABUPATEN ................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA .................. KECAMATAN .................... KABUPATEN ..................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU TENTANG ABORTUS INCOMPLETUS DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM ............................. TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;TINJAUAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) KOLOSTRUM PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RUANG KEBIDANAN RSU .......................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG MANAJEMEN AKTIF KALA III DI RSUD. .......................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA CAKUPAN AKSEPTOR BARU KELUARGA BERENCANA ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI PUSKESMAS .......................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP DUKUN TERLATIH DALAM MENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH PUSKESMAS .................. KECAMATAN ................. KABUPATEN ..................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG KEHAMILAN DI BPS ................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR ALASAN IBU MENGGANTI KONTRASEPSI PIL DENGAN KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS .................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB AKSEPTOR TIDAK MELANJUTKAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI RB ........................ TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG RAWAT GABUNG DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM .......................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MENYUSUI DALAM MEMBERIKAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERLALU DINI DI DESA ..................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK KANKER SERVIKS DI RUANG KEBIDANAN RSUD ....................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;TINJAUAN PENYEBAB DILAKUKANNYA CURETTAGE DI RUMAH SAKIT UMUM .................. TAHUN 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN TENTANG ISPA PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA SAKIT ISPA YANG BEROBAT KE PUSKESMAS ............. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;TINJAUAN PELAKSANAAN KEGIATAN PONDOK SAYANG IBU (PSI) DI DESA BADAK WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN BIDAN TENTANG MANAJEMEN AKTIF KALA III DI WILAYAH PUSKESMAS..........................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;DETERMINAN PEMANFAATAN TENAGA BIDAN DESA DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ....................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN WANITA PRA-MENOPAUSE TENTANG GEJALA-GEJALA FISIK MENOPAUSE DI KELURAHAN .......................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI VASEKTOMI DI LINGKUNGAN II KELURAHAN ....................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG MENARCHE DI SMP ................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;DETERMINAN IBU TIDAK MENIMBANGKAN BALITANYA DI POSYANDU MELATI KELURAHAN .....................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A DI KELURAHAN .................... WILAYAH KERJA PUSKESMAS ................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI PADA BAYI USIA 0 – 12 BULAN DI KELURAHAN ............... WILAYAH KERJA PUSKESMAS ................ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU POST SEKSIO SESAREA TENTANG MOBILISASI DINI DI RUMAH BERSALIN ................ TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;STUDI TENTANG MOTIVASI MAHASISWI MEMILIH PROFESI BIDAN DI PROGRAM STUDI KEBIDANAN ................... TAHUN 2003 – 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK IBU YANG MENYAPIH BAYI DI BAWAH USIA 1 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH DI SMU ................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG ANEMIA PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS ....................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PELAYANAN ANTENATAL DI PUSKESMAS ................... KECAMATAN................... TIMUR 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PELAKSANAAN RESUSITASI PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA OLEH TENAGA KESEHATAN DI RUMAH BERSALIN ...................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU PRIMIPARA TENTANG MASA NIFAS DI RUMAH BERSALIN ..................... TAHUN 2004 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMU TENTANG SEKSUALITAS PADA REMAJA DI SMU ....................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU-IBU USIA 45 – 55 TAHUN TENTANG MENOPAUSE DI DESA ................... TAHUN 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA AWAL TENTANG PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA MASA PUBERTAS DI SLTPN ..........................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM ......................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN SISWA KELAS II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI .............. MENGENAI BAHAYA ROKOK TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS ...................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT USIA 15 – 39 TAHUN MENGENAI MITOS, DISKRIMINASI DAN STIGMASI TERHADAP HIV/ AIDS DI ................... TAHUN 2006 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN REMAJA TENTANG ABORSI PADA SISWI KELAS II SMA ...............TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN TENTANG GANGGUAN MENSTRUASI DAN PENATALAKSANAANNYA PADA REMAJA PUTRI KELAS II DI .................. TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ....................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN IBU HAMIL DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .................. TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIS PALSU DI BPS ............... TAHUN 2006&lt;br /&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MULTIPARA TENTANG KONTRASEPSI AKDR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ........................ TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA WANITA KELAS II TENTANG DIET SEIMBANG DI .................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PUSKESMAS ....................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENATALAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA III OLEH BIDAN DI PUSKESMAS ...............&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A DI PUSKESMAS .................. TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS DI SMA ................ TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK KEHAMILAN REMAJA DI SMA .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PERKEMBANGAN ORGAN SEKS SEKUNDER PADA MASA PUBERTAS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;DETERMINAN TIDAK DILAKUKANNYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA MELALUI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) OLEH REMAJA PUTRI KELAS II DI .......................... TAHUN 2006 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG TEHNIK MENGEJAN YANG BENAR SAAT PERSALINAN DI BPS .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK KELUARGA DENGAN BALITA BERAT BADAN DI BAWAH GARIS MERAH (BGM) DI DESA .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;TINJAUAN PENATALAKSANAAN GIZI BURUK PADA BALITA OLEH TENAGA KESEHATAN DI .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI DIBAWAH UMUR 6 BULAN DI DESA .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG MENSTRUASI PADA SISWI KELAS II SMP .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN IMUNISASI HEPATITIS B1 SEGERA SETELAH LAHIR DI RUMAH BERSALIN .......................... PERIODE FEBRUARI – APRIL TAHUN 2006.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI ANAK PERTAMA TENTANG ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK SUAMI DENGAN IBU MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;ALASAN IBU MELAKUKAN PENYAPIHAN ANAK KURANG DARI 2 TAHUN DI POSYANDU .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN TEKNIK MENYUSUI MINGGU PERTAMA PADA IBU PRIMIPARA DI BIDAN PRAKTEK SWASTA .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI BPS .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PEMANTAUAN PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU SEJAHTERA V WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU DESA MUARA GADING MASWILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB IBU HAMIL TIDAK MELAKUKAN SENAM HAMIL DI BPS CH. SUDILAH KECAMATAN METRO BARAT KOTA METRO TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEPUTIHAN FISIOLOGIS DAN KEPUTIHAN PATOLOGIS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI .......................... 2006 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;DETERMINAN IBU HAMIL TIDAK MELAKUKAN IMUNISASI TETANUS TOKSOID ( TT ) LENGKAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KETERAMPILAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK MAHASISWI TINGKAT II PROGRAM STUDI KEBIDANAN .......................... DI LAHAN PRAKTEK TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU MENGENAI KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) DI PUSKESMAS .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA PRAMENOPAUSE TENTANG OSTEOPOROSIS DI DESA .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN MAHASISWA TINGKAT II TENTANG PARTOGRAF DI PRODI KEBIDANAN .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MOTORIK PADA BALITA USIA 3-5 TAHUN DI POSYANDU .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENATALAKSANAAN PERAWATN BAYI PREMATUR OLEH TENAGA KESEHATAN DI RUANG ANAK RSU .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG STATUS GIZI PADA BALITA DI KELURAHAN .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR RENDAHNYA PENGGUNAAN IMPLANT DI KELURAHAN .......................... TAHUN 2006 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA-TANDA PERSALINAN SEMU DI KLINIK .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN SIKAP DAN TINDAKAN AKSEPTOR KB DALAM MENGATASI EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI SUNTIKAN (INJECTABLES) DI BPS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PERILAKU REMAJA PUTRI DALAM MENANGANI KEPUTIHAN DI SEKOLAH MENENGAH UMUM NEGERI .......................... TAHUN 2007 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PERILAKU IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN ASI PADA SATU HARI PERTAMA DI RB .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DUKUN TERLATIH TENTANG TIGA BERSIH DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN DI DESA .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ALAT KONTRASEPSI SELAMA LAKTASI DI KELURAHAN .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA MASTITIS PADA IBU POSTPARTUM DI BPS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDAK TERATURNYA SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA TINGKAT IIB PROGRAM STUDI KEBIDANAN .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG MANAJEMEN LAKTASI PADA PERIODE POSTNATAL DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KEIKUTSERTAAN SUAMI MENJADI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA (KB) DI DESA .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERAT BADAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENATALAKSANAAN PIJAT BAYI OLEH DUKUN PIJAT BAYI PADA BAYI USIA 3-7 BULAN DI DESA .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PRE MENSTRUAL SYNDROM (PMS) PADA WANITA USIA 25-35 TAHUN DI KAMPUNG .......................... WILAYAH PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK IBU DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUANG KEBIDANAN RSUD .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG EFEK SAMPING DEPO MEDROXYPROGESTERONE ASETAT (DMPA) DI RB .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;HUBUNGAN ANTARA SUAMI PEROKOK DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR RENDAHNYA CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL YANG KE-EMPAT (K4) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2006 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI DI RUANG KEBIDANAN RSUD .......................... TAHUN 2006 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN EKSTRAKSI VAKUM DI RSUD. .......................... TAHUN 2006. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN AKTIVITAS SEKSUAL WANITA MENOPAUSE DI DESA .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENATALAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA III OLEH BIDAN DI RUANG BERSALIN RSUD .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB GANGGUAN PEMBERIAN ASI PADA IBU DI DESA .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENATALAKSANAAN PRE-OPERASI SEKSIO SESAREA DI RUANG BERSALIN RUMAH SAKIT UMUM .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PASANGAN USIA SUBUR YANG TIDAK MENGIKUTI KELUARGA BERENCANA DI KELURAHAN .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN BIDAN TENTANG PENANGGULANGAN NYERI PERSALINAN NON FARMAKOLOGIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA KELAS I SMP TENTANG PUBERTAS DI SMP .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MELAHIRKAN DI BIDAN DI DESA .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KIA OLEH BIDAN DI PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DALAM PENATALAKSANAAN MANAJEMEN RUJUKAN PADA IBU BERSALIN DENGAN KELAINAN OBSTETRI DI WILAYAH PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA AKSEPTOR IUD DI DESA .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENATALAKSANAAN PEMBERIAN ASI PADA IBU SEKSIO SESARIA DI RSU. .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PERAN SERTA KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU DI KAMPUNG .......................... WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG DAMPAK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA KURANG DARI 6 BULAN DI DESA .......................... WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KANKER PAYUDARA DI SMA NEGERI .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PENGETAHUAN REMAJA AWAL TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI SMP .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA KLIMAKTERIUM TENTANG MENOPAUSE DI .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KUNJUNGAN NEONATAL DI BPS .......................... TAHUN 2007 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMPSI DAN EKLAMPSI DI RUANG KEBIDANAN RSUD .......................... TAHUN 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR RENDAHNYA KUNJUNGAN BALITA DI POSYANDU .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PUSKESMAS MAMPU PELAYANAN OBSTETRI DAN NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED) DI PUSKESMAS .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI KURANG DARI 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERDARAHAN ANTEPARTUM DI .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TEKNIK PRENATAL BREASTCARE, POSTNATAL BREASTCARE DAN TEKNIK MENYUSUI DI RB .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KECEMASAN TERHADAP PERUBAHAN FISIK WANITA USIA 45-55 TAHUN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI .......................... TAHUN 2007 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN HIPEREMISIS GRAVIDARUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PETUGAS KESEHATAN TIDAK MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN INFERTIL TENTANG INFERTILITAS DI DESA .......................... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;TINJAUAN PENATALAKSANAAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT NON PNEMONIA PADA BALITA USIA 2 BULAN – 5 TAHUN DI PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KURANGNYA AKSEPTOR KB KONDOM DI PUSKESMAS .......................... TAHUN 2007 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Silahkan Email: Nama, No. Telp, Alamat Lengkap, Judul yang dipesan Ke: &lt;a href="mailto:hasanfatoni@rocketmail.com"&gt;hasanfatoni@rocketmail.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;atau mahasiswa bisa juga memodifikasi atau meneliti salah satu variabel dan dihubungkan dengan pengaruh atau hubungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-3452693691883801020?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/3452693691883801020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/judul-kti-diii-kebidanan.html#comment-form' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/3452693691883801020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/3452693691883801020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/judul-kti-diii-kebidanan.html' title='JUDUL KTI DIII KEBIDANAN'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SXKU8mvAHkI/AAAAAAAAABY/tC1nE0tcSNs/s72-c/logo+stikes+new+08+warna.png' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-7356551540029162753</id><published>2009-01-15T05:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T19:31:47.526-08:00</updated><title type='text'>HAUL SUNAN BONANG TUBAN 15 JANUARI 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SXKiEHuoRSI/AAAAAAAAABo/VoSePfxRhoQ/s1600-h/makam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292470703791555874" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 285px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SXKiEHuoRSI/AAAAAAAAABo/VoSePfxRhoQ/s320/makam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SXKhdTepnVI/AAAAAAAAABg/x6QPaBtp_RU/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292470036930862418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 352px; CURSOR: hand; HEIGHT: 237px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SXKhdTepnVI/AAAAAAAAABg/x6QPaBtp_RU/s320/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291527847846872882" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 332px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SW9IiroABzI/AAAAAAAAAA4/iqzJNCSpkXM/s320/200px-Sunan_bonang.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291527846830826034" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 211px; CURSOR: hand; HEIGHT: 293px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SW9Iin1wYjI/AAAAAAAAABA/vssxJhW_M4g/s320/Tuban6.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291509618930202738" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 221px; CURSOR: hand; HEIGHT: 260px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SW839nnluHI/AAAAAAAAAAw/WrTwi49NDc4/s320/kecil-bersimpuh+di+Bonang.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hari ini, tanggal 15 Januari 2009 adalah puncak acara haul sunan Bonang, salah satu wali yang ada di Tuban,Jawa Timur. kebetulan rumah kami dekat dengan makam sunan Bonang, jadi kami ikut merasakan seluruh keriuhan dan keramaian acara ini, yang tidak hanya diikuti para warga nahdiyin tapi juga seluruh masyarakat disekitar wilayah Tuban, gresik, lamongan, rembang dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;rencananya malam ini, akan ada pengajian dan istighosah yang biasanya dipusatkan di alun-alun kota Tuban, dekat masjid Agung Tuban, yang lumayan mewah seperti istana raja-raja melayu...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;mulai dari kemarin para pedagang PKL sudah berdatangan, mereka justru kebanyakan pedagang dari luar kota Tuban yang biasa mengikuti even-even haul di berbagai daerah, beragam dangan mereka tawarkan dengan harga miring seperti bazar murah, mulai dari makanan ringan, berat, camilan, pakaian,kerudung, mainan, dll&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;pagi ini saja, teman teman kami yang perawat dimintai bantuan untuk melakukan cirkum, alias sunat masal sejumlah 80 anak untuk memeriahkan haul, tahun llau juga ada sunatan masal dan nikah masal, serta beberapa kegitan sosial lainnya. mertua saya pun bahkan tidak mau ketinggalan untuk menghormati sunan bonang, mereka khusus datang dari lamongan untuk ikut pengajian dan istighosah, sejak sore tadi mereka sudah minta diantar suami saya kesana, dan suami saya akan menjemput lagi nanti jam 12 malam. wuih sejak sore saja jalanan sudah penuh oleh pengunjung dan pedagang kaki lima, mereka benar benar memanfaatkan acara ini untuk mengais rejeki. rata-rata mereka mengaku memperoleh pendapatan yang lumayan. Saya sendiri biasanya jalan-jalan dengan suami pakai sepeda motor menikmati kesibukan para pedagang yang berdatangan dan menata stan mereka sebelum puncak acara,atau pagi harinya setelah puncak acara digelar, kalau saya datang sebelum puncak acara, masih bisa lewat dan bisa sedikit menawar-nawar barang-barang yang dijual belikan, seperti pakaian anak, buku, rantang, panci, piring melamin dll yang saya pikir lumayan murah sekali, tapi ya gitu belinya tidak boleh 1 biji, tapi minimal 3 biji , 3 tahun lalu saya beli perlengkapan rumah tangga, biasalah ibu-ibu, sedikit lapar mata kalau melihat barang murah, tapi terus menumpuk di lemari hari-hari berikutnya. 2 tahun lalu saya masih kebagian beli panci dan kerudung karena sebagaina besar pedagang sudah pulang karena saya datang paginya setelah puncak acara, mungkin karena hujan juga jadi stan mereka sudah diberesin pagi-pagi sebelum jalanan alun-alun dilewati banyak orang untuk aktivitas kantor, tahun lalu saya tidak sempat beli apa-apa hanya melihat sisa sampah menggunung, yang sedang dibersihkan pasukan kuning karena saya bangun agak kesiangan. biasanya jan setengan enam jlan sudah harus bersih dan pedagang sudah banyak yang pulang. tahun ini saya tidak kemana-mana,cuma mendengar cerita saja kalau tahun ini jumlah pedagang tambah banyak, bahkan stan mereka sampai dinas sosial.. wuihhh... lumayan jalur yang panjang menuju makam bonang. mungkin mereka juga pindahan dar berdagang di haul syech Abdul jabbar kemarin di daerah pemanndial Putri Nglirip, semanding. tuban banyak tujuan wisatanya lo...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dari sore banyak peziaarah yang lewat depan rumah,ada yang jalan, rombongan dan kendaraan pribadi. umumnya mereka datang untuk ikut pengajian. biasanya tiap tahun haul selalu didahului dengan hujan, tapi untungnyanya pas puncak acara hujan reda, ya dengan berpuluh puluh pawang hujan ditugaskan untuk mengusir hujan kabarnya..., ternyata masih ada juga kepercayaan seperti itu. Seperti saat saya dan suami menjadi pengantin, kala itu saya dilarang mandi oleh sesepuh keluarga kami, nanti datang hujan pas acara kemantenan katannya. tapi yang namanya mau jadi manten, perempuan, kan harus wangi, cantik, kelihatan segar, kalau bisa sih mandi kembang setaman tujuh rupa, he..he.. saya ya mandi mandi aja, ibu sayapun juga begitu, beliau mandi juga karena seharian berkeringan kecapekan mempersiapapkan segala tetek bengek untuk persiapan acara. eh.... di jam acara betul juga rupanya hujan turun tambah deras, tidak reda-reda, sama si ibu perias saya ditanya waktu itu, "eh wong ayu, tadi mandi ya...?", saya mantuk, sambil tersenyum semanis-manisnya, apa hubungannya, belum selesai bengong saya lebih terkejut lagi dengar perintahnya, " hayo lepas celana dalam yang kamu pakai, lalu lemparkan keatas genting di belakang rumah," wee..k, lho kok, tanpa banyak protes saya lepas juga celana dalam saya, walau dengan agak sedikit porno aksi, he,,he.. aksi saya lanjutkan dengan berjalan membawa celana dalam ke belakang rumah. bayangkan bagaimana saya menahan malu membawa sesuatu yang pamali dilihat orang dengan kondisi dihalaman belakang banyak sekali ibu-ibu dan bapak-bapak yang membantu urusan masak-memasak dan makanan, " lho..lho lho..., ada apa ini, ada apa, manten wedok kok keluyuran nag pawon. ndak boleh gitu, nanti hilang ayune, hilang wangine, ya iyalah.. banyak asap dapur dan hangus. yang pasti upik abu saja yang pantas disana, he..he..., " ndak papa kok, mau itu, mau anu...., akhirnya dengan mencuri-curi lena orang wuing... terbanglah segitiga pengaman saya ke atas genting, dan gak tau nasibnya sampai sekarang apa, sudah terbawa angin dengan cerita lain ataukah sudah digondol tikus, yang penting ajaib, hujannya ikut mereda... weleh..weleh, mandhi juga ucapan perias tadi...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-7356551540029162753?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/7356551540029162753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/hari-ini-tanggal-15-januari-2009-adalah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/7356551540029162753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/7356551540029162753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/hari-ini-tanggal-15-januari-2009-adalah.html' title='HAUL SUNAN BONANG TUBAN 15 JANUARI 2009'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SXKiEHuoRSI/AAAAAAAAABo/VoSePfxRhoQ/s72-c/makam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-835045283058445731.post-4315278864571466234</id><published>2009-01-15T04:43:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T05:01:08.102-08:00</updated><title type='text'>My first day after disapear a long time</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291502904971180994" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SW8x20LBO8I/AAAAAAAAAAo/gO-t0JqHxiM/s320/bayi6.jpg" border="0" /&gt;ya Rabb...&lt;br /&gt;ya ayyatuhannafsu muthma'innah&lt;br /&gt;'irji'ilaa rabbika rodhiyatam mardhiyyah&lt;br /&gt;fadkhull ibadi&lt;br /&gt;wadkhulli jannati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya Allah, berikanlah kami hati yang tenang, penantian 3 tahun ini.. sungguh berat...., begitu banyak orang berkata dan berprasangka. sungguh ya Rabb, we're only human..&lt;br /&gt;sungguh suatu hal yang wajar bila kami meminta sesuatu pada Mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/835045283058445731-4315278864571466234?l=yoana-widyasari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/feeds/4315278864571466234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/my-first-day-after-disapear-long-time.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/4315278864571466234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/835045283058445731/posts/default/4315278864571466234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yoana-widyasari.blogspot.com/2009/01/my-first-day-after-disapear-long-time.html' title='My first day after disapear a long time'/><author><name>MIDWIFE YOANA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03925069783859124517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SgRyZPXaL_I/AAAAAAAAAD4/Ar0X-1t5My4/S220/Foto006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wxTPMhommTk/SW8x20LBO8I/AAAAAAAAAAo/gO-t0JqHxiM/s72-c/bayi6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
